Ntvnews.id, Moskow – Menteri Iklim, Energi, dan Utilitas Denmark Lars Aagaard pada Kamis, 12 Maret 2026 mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan kendaraan, terutama untuk perjalanan yang tidak mendesak, sebagai langkah menghemat energi di tengah kenaikan harga minyak yang dipicu oleh krisis di Timur Tengah.
"Jika ada konsumsi energi yang bisa Anda kurangi, jika tidak ada kebutuhan mendesak untuk berkendara, maka jangan berkendara," kata Aagaard seperti dikutip stasiun televisi DR.
Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya membantu menghemat energi secara nasional, tetapi juga dapat meringankan pengeluaran rumah tangga sekaligus menjaga cadangan energi negara.
Baca Juga: Bahlil Minta Masyarakat Tidak Panic Buying BBM di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
Lonjakan harga energi terjadi setelah jalur pengiriman kargo melalui Selat Hormuz hampir terhenti.
Situasi ini terjadi menyusul serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari yang mengakibatkan kerusakan serta korban sipil.
Sebagai respons, Iran kemudian melancarkan serangan balasan yang menargetkan wilayah Israel serta pangkalan militer milik Amerika Serikat di berbagai wilayah Timur Tengah.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Sempat Melonjak, Pemerintah Pastikan Ruang Fiskal APBN Masih Kokoh
Selat Hormuz diketahui menjadi jalur strategis bagi distribusi minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar internasional.
Jalur laut tersebut menyumbang sekitar 20 persen dari total perdagangan global minyak, produk minyak bumi, serta gas alam cair.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - bendera negara Denmark. ANTARA/Pexels/Markus Winkler/pri. (Antara)