Ntvnews.id, Beirut - Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel sejak 2 Maret terus meningkat secara signifikan.
Hingga Selasa 17 Maret 2026, total korban jiwa mencapai 912 orang, dengan 2.221 lainnya mengalami luka-luka.
Dalam laporan hariannya, Kementerian menyebutkan, "26 orang tewas dan 80 lainnya terluka dalam 24 jam terakhir."
Angka tersebut menunjukkan bahwa intensitas serangan masih tinggi dan terus menambah jumlah korban setiap harinya.
Baca Juga: Serangan Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 10 Orang
Serangan udara yang dilakukan Israel dilaporkan terus menyasar berbagai wilayah, terutama di Lebanon selatan dan pinggiran selatan Beirut.
Sebelumnya, Kementerian juga melaporkan bahwa satu orang tewas dan sembilan lainnya terluka dalam serangan yang menargetkan jalan menuju bandara di ibu kota.
Selain itu, menurut Kantor Berita Nasional, serangan drone Israel menghantam sebuah kendaraan di antara Kota Aabba dan Jebchit di Lebanon selatan, yang menewaskan satu orang dan melukai satu lainnya.
Serangan lain juga menghancurkan bangunan tempat tinggal di Kota Toul serta menargetkan kendaraan di Kota Al-Sultaniyah yang menyebabkan satu korban jiwa.
Baca Juga: Prancis Siapkan Draf Kesepakatan Damai Israel-Lebanon
Situasi semakin memburuk setelah angkatan bersenjata Lebanon mengumumkan bahwa satu prajurit mereka tewas dalam serangan udara Israel di Kota Nabatieh, yang juga melukai lima tentara lainnya.
Rangkaian serangan ini memperlihatkan eskalasi konflik yang kian meluas dan berdampak besar terhadap warga sipil maupun aparat keamanan.
(Sumber: Antara)
Asap mengepul di atas wilayah Dahieh di Beirut, Lebanon setelah pasukan Israel melakukan serangkaian serangan udara di distrik tersebut pada 11 Maret 2026. ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri. (Antara)