Ntvnews.id, Istanbul - Pemerintah Irak mengecam keras penyerangan terhadap Kedutaan Besar Amerika Serikat di Baghdad yang disebut sebagai tindakan teror dan pelanggaran terhadap kedaulatan negara.
Dalam pernyataan resmi, Perdana Menteri Mohammad Shia Al-Sudani menegaskan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh kelompok terlarang dan merupakan ancaman serius terhadap stabilitas keamanan nasional.
Baca Juga: IRGC Klaim Serang Pangkalan AS di Yordania, Bahrain dan Kurdistan Irak
Ia juga memerintahkan aparat keamanan untuk segera menindak pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Pemerintah Irak menilai serangan terhadap misi diplomatik merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional serta dapat merusak hubungan antarnegara dan posisi Irak di mata komunitas global.
Insiden tersebut terjadi setelah tiga drone bermuatan bahan peledak menyerang area sekitar Kedubes AS di Baghdad.
Sistem pertahanan udara berhasil mencegat dua drone, sementara satu lainnya menghantam tembok kompleks dan memicu kebakaran di sekitar lokasi.
Baca Juga: Serangan Drone dan Roket Hantam Kedubes AS di Irak
Pemerintah Irak menegaskan tidak akan menoleransi tindakan yang mengganggu keamanan di wilayahnya maupun penggunaan senjata secara ilegal oleh pihak mana pun.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan kawasan akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang melibatkan serangan militer sejak akhir Februari.
Konflik tersebut telah menimbulkan korban jiwa serta dampak luas terhadap stabilitas kawasan dan ekonomi global.
(Sumber: Antara)
Photo file: Misi permanen Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Sabtu (26/10/2024) menuduh Amerika Serikat (AS) terlibat dalam serangan udara Israel baru-baru ini terhadap situs militer Iran. /ANTARA/Anadolu/py (Antara)