A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Serangan Israel Hantam Pusat Beirut, Gedung Runtuh Jadi Puing - Ntvnews.id

Serangan Israel Hantam Pusat Beirut, Gedung Runtuh Jadi Puing

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mar 2026, 22:45
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi - Rudal yang diluncurkan dari Iran menuju Israel terlihat di atas Hebron, Palestina. (ANTARA/Anadolu/as) Ilustrasi - Rudal yang diluncurkan dari Iran menuju Israel terlihat di atas Hebron, Palestina. (ANTARA/Anadolu/as) (Antara)

Ntvnews.id, Beirut - Serangan udara Israel menghancurkan sebuah gedung di pusat Beirut, sementara rudal terus menghantam wilayah yang berada jauh dari basis utama kelompok Hezbollah

yang didukung Iran. Tim BBC melaporkan terbangun sekitar pukul 05.00 waktu setempat akibat ledakan besar, dikutip Rabu, 18 Maret 2026.

Militer Israel sebelumnya telah mengeluarkan peringatan evakuasi satu jam sebelum serangan, dengan menyebut bangunan tersebut sebagai fasilitas yang berafiliasi dengan Hezbollah.

Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa dari serangan yang terjadi di dekat kawasan bisnis dan hotel tersebut. Konflik di Lebanon sendiri pecah pada 2 Maret ketika Hezbollah menembakkan rudal ke Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Iran. Israel kemudian membalas dengan serangan udara dan pengerahan pasukan ke wilayah selatan Lebanon.

Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat 912 orang tewas sejak awal konflik, termasuk sedikitnya 111 anak-anak, serta lebih dari satu juta warga mengungsi.

Gedung yang diserang berada di kawasan Bashoura dan sebelumnya sudah beberapa kali menjadi target dalam beberapa hari terakhir sebelum akhirnya hancur total menjadi puing-puing. Rekaman video menunjukkan rudal menghantam bagian bawah gedung bertingkat hingga runtuh. Lokasinya hanya berjarak ratusan meter dari permukiman dan hotel, dengan asap tebal, puing berserakan, serta bau terbakar memenuhi udara setelah ledakan.

Warga yang berada di lokasi tampak terkejut melihat kehancuran tersebut, sementara tim darurat segera dikerahkan. Ketegangan sempat meningkat ketika sejumlah orang menyalahkan Israel, dan sekelompok pria mengangkat poster pemimpin Hezbollah yang tewas, Hassan Nasrallah, sambil meneriakkan “Hidup Nasrallah.”

Serangan udara juga terjadi di beberapa wilayah lain di Beirut dan sekitarnya pada malam yang sama, termasuk di kawasan Zuqaq al Blat dan Basta, tanpa peringatan sebelumnya. Serangan-serangan tersebut dilaporkan menewaskan 12 orang dan melukai 27 lainnya.

Eskalasi ini menandai meluasnya target serangan Israel dari pinggiran selatan Beirut ke pusat kota. Israel menyatakan tidak hanya menargetkan pejuang dan pimpinan Hezbollah, tetapi juga bisnis dan institusi keuangan yang dianggap mendukung operasional kelompok tersebut, termasuk Al Qard Al Hassan yang sejumlah kantornya telah dihancurkan.

Pada fase awal konflik, Israel lebih fokus menyerang wilayah Dahieh di selatan Beirut yang dikenal sebagai basis kuat Hezbollah. Namun kini, serangan semakin sering meluas ke area lain, baik dengan peringatan sebelumnya maupun tanpa peringatan, termasuk dugaan upaya pembunuhan terhadap tokoh-tokoh tertentu.

Dalam beberapa kasus, korban sipil juga berjatuhan. Salah satu serangan “double tap” pekan lalu—yakni dua serangan beruntun dalam waktu singkat—menewaskan sedikitnya 12 orang di kawasan pesisir Beirut, banyak di antaranya merupakan warga yang mengungsi dan tinggal di tenda.

Konflik regional ini bermula pada 28 Februari saat Israel dan Amerika Serikat menyerang Iran, yang kemudian dibalas oleh Iran dengan serangan ke Israel dan negara-negara sekutu AS di Timur Tengah. Hezbollah kemudian menyeret Lebanon ke dalam konflik dua hari setelahnya.

x|close