A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Iran Luncurkan Serangan Rudal Balasan ke Israel Usai Menteri dan Pejabat Keamanan Tewas - Ntvnews.id

Iran Luncurkan Serangan Rudal Balasan ke Israel Usai Menteri dan Pejabat Keamanan Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mar 2026, 22:51
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi rudal Iran untuk serangan balasan terhadap sejumlah target di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. ANTARA/Anadolu/py. Ilustrasi rudal Iran untuk serangan balasan terhadap sejumlah target di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. ANTARA/Anadolu/py. (Antara)

Ntvnews.id, Tel AvivIran meluncurkan serangan rudal cluster mematikan ke wilayah tengah Israel yang disebut sebagai aksi “balasan” atas pembunuhan Menteri Intelijen Esmail Khatib dan pejabat keamanannya, Ali Larijani

di tengah perang yang dipicu oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang kini memasuki pekan ketiga.

Serangan yang terjadi pada Selasa malam, 17 Maret 2026 waktu setempat itu menggunakan rudal dengan banyak hulu ledak (multiple-warhead) yang dinilai lebih mampu menghindari sistem pertahanan. Serangan tersebut menewaskan dua orang di wilayah Ramat Gan, dekat Tel Aviv. Demikian dilansir dari Al Jazeera, Rabu, 18 Maret 2026.

Pecahan logam dari ledakan melukai sejumlah orang lainnya serta menyebabkan kerusakan properti yang cukup besar, termasuk di sebuah stasiun kereta di Tel Aviv, menurut laporan media Israel.

Dalam pernyataannya, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyebut serangan itu sebagai bentuk “balasan atas darah syahid Dr. Ali Larijani dan rekan-rekannya”.

Iran menggelar pemakaman di Teheran pada Rabu untuk Larijani serta Gholamreza Soleimani, kepala pasukan paramiliter Basij, yang keduanya tewas dalam serangan udara Israel. Menurut Press TV, prosesi tersebut dihadiri para pejabat dan pelayat yang memberikan penghormatan terakhir kepada kedua tokoh tersebut.

Jurnalis Al Jazeera, Nida Ibrahim, yang melaporkan dari Ramallah di Tepi Barat yang diduduki, menggambarkan situasi di Israel sebagai “malam yang sulit”, dengan masuknya amunisi cluster yang memicu “banyak kepanikan”.

Ia menyebut dua korban tewas, sepasang lansia berusia sekitar 70-an tahun, memiliki ruang perlindungan di rumah mereka, namun tidak sempat mencapainya tepat waktu. Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa sirene peringatan serangan udara di Israel tidak berbunyi cukup cepat untuk memberi waktu bagi warga bereaksi.

x|close