Ntvnews.id, Doha - Iran pada Rabu 18 Maret 2026, menghentikan sepenuhnya pasokan gas ke Irak yang selama ini digunakan untuk mendukung operasional pembangkit listrik, menyusul meningkatnya aksi militer di kawasan.
Juru bicara Kementerian Kelistrikan Irak Ahmed Musa menyampaikan bahwa penghentian pasokan tersebut berdampak langsung pada penurunan kapasitas listrik di negara itu.
Baca Juga: Pesan Netanyahu ke Rakyat Iran: Rayakan Nowruz, IDF Pantau dari Langit
"Akibat eskalasi kawasan, pasokan gas Iran ke Irak sepenuhnya terputus satu jam yang lalu sehingga mengakibatkan hilangnya sekitar 3.100 megawatt listrik," kata Musa kepada Kantor Berita Irak pada Rabu 18 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa kementerian telah menginstruksikan koordinasi intensif dengan Kementerian Perminyakan untuk menggantikan pasokan yang hilang melalui bahan bakar alternatif serta memanfaatkan cadangan gas domestik.
Sebelumnya, pada Sabtu 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban jiwa dari kalangan sipil.
Baca Juga: Qatar: Serangan Israel di Ladang Gas Bersama Iran Berbahaya dan Tidak Bertanggung Jawab
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di berbagai kawasan Timur Tengah.
Eskalasi konflik yang melibatkan Iran tersebut juga berdampak pada penghentian lalu lintas di Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Penghentian aktivitas di jalur tersebut turut memengaruhi ekspor serta produksi minyak di kawasan.
(Sumber: Antara)
Foto ini diambil pada 14 Maret 2026 dan menunjukkan Kedutaan Besar AS di Irak setelah serangan di Baghdad, Irak. ANTARA/Xinhua/Khalil Dawood/pri. (ANTARA(Xinhua/Khalil Dawood/pri) (Antara)