Donald Trump Klaim Menang, Sebut Iran Tawarkan 'Hadiah', Iran Langsung Bantah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 25 Mar 2026, 11:23
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Anadolu/as/am. Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Anadolu/as/am. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan kemenangan dan mengklaim Iran telah menawarkan “hadiah yang sangat signifikan” dalam upaya mencapai kesepakatan dengan Washington.

Pernyataan tersebut disampaikan Donald Trump di Ruang Oval pada Selasa kemarin, 24 Maret 2026, di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Donald Trump tidak merinci bentuk tawaran yang dimaksud, namun menyebut hal itu berkaitan dengan Selat Hormuz. “Kami telah menang. Perang ini telah dimenangkan,” ujar Donald Trump dilansir NPR.

Menteri Luar Iran Seyed Abbas Araghchi. ANTARA/Xinhua/Shadati/aa. <b>(Antara)</b> Menteri Luar Iran Seyed Abbas Araghchi. ANTARA/Xinhua/Shadati/aa. (Antara)

Meski demikian, klaim tersebut dibantah oleh pejabat Iran yang menyatakan tidak ada negosiasi seperti yang disebutkan. Di sisi lain, sejumlah analis dan mantan pejabat Amerika Serikat menilai Iran juga merasa berada di posisi unggul melalui strategi perang asimetris yang dijalankannya.

Pernyataan Donald Trump muncul di saat Amerika Serikat terus memperkuat kehadiran militernya di kawasan. Ribuan marinir AS bersama komandan serta sebagian staf dari Divisi Lintas Udara ke-82 dilaporkan tengah menuju Timur Tengah.

Baca Juga: Trump Klaim AS Berkomunikasi dengan Iran, Sebut Teheran Ingin Capai Kesepakatan

Situasi semakin memanas dengan berlanjutnya serangan antara kedua pihak. Amerika Serikat dan Israel dilaporkan terus melancarkan serangan ke wilayah Iran pada Selasa. Garda Revolusi Iran menyebut adanya serangan terhadap jalur pasokan gas yang mengarah ke pembangkit listrik di wilayah barat daya negara itu.

Selain itu, Badan Energi Atom Internasional melaporkan adanya proyektil yang menghantam fasilitas nuklir Bushehr di Iran. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangkaian serangan rudal, termasuk salah satu yang dilaporkan menghantam Tel Aviv.

Sementara itu, laporan menyebutkan militer Israel berencana melanjutkan operasi militernya terhadap Iran dalam beberapa pekan kedepan guna mencapai target yang telah ditetapkan. Ketegangan yang terus meningkat ini menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan.

x|close