PBB Sebut Perang Timur Tengah Kini Sudah di Luar Kendali

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Mar 2026, 05:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
UN Secretary-General Antonio Guterres. ANTARA/HO-Anadolu Ajansi/pri. UN Secretary-General Antonio Guterres. ANTARA/HO-Anadolu Ajansi/pri. (Antara)

Ntvnews.id, New York - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, menyatakan bahwa konflik yang tengah berlangsung di kawasan Timur Tengah kini telah berada di luar kendali. Ia mengingatkan bahwa situasi yang terus memburuk berpotensi memicu krisis kemanusiaan serta mengguncang perekonomian dunia.

"Konflik ini telah melampaui batas yang bahkan dibayangkan para pemimpin dunia," kata Guterres dilansir dari AFP, Kamis, 26 Maret 2026.

Menurutnya, dunia kini berada dalam ancaman meluasnya perang, yang dibarengi dengan meningkatnya penderitaan masyarakat sipil serta tekanan besar terhadap stabilitas ekonomi global.

"Ini sudah terlalu jauh," tegas Guterres.

Ia pun mendesak seluruh pihak yang terlibat agar segera menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi guna mencegah konflik berkembang menjadi lebih luas.

Baca Juga: Iran Tak Percaya AS dalam Perundingan, Sebut Pernah Tertipu

Situasi di Timur Tengah saat ini memang semakin memanas. Di tengah ketegangan dengan Iran, militer Israel melancarkan serangan besar-besaran ke wilayah Lebanon yang telah menelan ribuan korban jiwa.

Lebanon mulai terseret dalam konflik sejak 2 Maret, ketika kelompok Hizbullah yang didukung Iran menembakkan roket ke wilayah Israel. Serangan tersebut diklaim sebagai respons atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Sebagai balasan, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran yang diklaim menargetkan posisi Hizbullah. Selain itu, pasukan darat juga dikerahkan untuk memasuki wilayah perbatasan Lebanon.

Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py <b>(Antara)</b> Ilustrasi - pembicaraan nuklir Iran dan Amerika Serikat. ANTARA/Anadolu/py (Antara)

Berdasarkan laporan terbaru dari Kementerian Kesehatan Lebanon, sedikitnya 33 orang tewas dan 90 lainnya mengalami luka-luka dalam kurun 24 jam terakhir. Secara keseluruhan, jumlah korban tewas telah mencapai 1.072 orang, sementara 2.966 lainnya dilaporkan terluka.

Secara rinci, pada Selasa, 24 Maret 2026 setidaknya 17 orang meninggal dunia dan 20 lainnya terluka akibat serangan udara serta tembakan artileri yang menghantam kawasan permukiman di berbagai wilayah Lebanon.

Dengan kondisi yang semakin memburuk, peringatan PBB menjadi sinyal kuat bahwa konflik ini tidak hanya berdampak regional, tetapi juga berpotensi memicu krisis global yang lebih luas jika tidak segera dihentikan.

x|close