Demokrat Kecam Serangan ke UNIFIL, Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon Kehilangan Besar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Apr 2026, 11:06
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (tengah), didampingi Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin (kiri), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kanan) memberi keterangan kepada awak media usai Pen Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (tengah), didampingi Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin (kiri), Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kanan) memberi keterangan kepada awak media usai Pen (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Demokrat menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit terbaik TNI dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon Selatan.

Tiga prajurit tersebut adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Inf Zulmi Aditya, dan Sertu Ikhwan, yang gugur dalam dua insiden pada 29–30 Maret akibat ledakan dan serangan proyektil di tengah eskalasi situasi keamanan di Lebanon Selatan.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang pernah tergabung dalam Kontingen Garuda pertama di UNIFIL tahun 2006, memahami langsung risiko dan kehormatan dalam misi perdamaian dunia.

“Ini bukan sekadar kehilangan bagi TNI, tetapi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Mereka gugur dalam tugas mulia menjaga perdamaian dunia,” tegas AHY.

Baca Juga: Cara Hemat BBM Kendaraan: Hindari Pemanasan Mesin Terlalu Lama

Sejumlah kader Partai Demokrat juga memiliki pengalaman dalam misi perdamaian PBB. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bahkan pernah menjabat sebagai Chief of Military Observer di Bosnia pada 1995.

Partai Demokrat menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan, seraya menegaskan bahwa para prajurit tersebut adalah pahlawan kemanusiaan yang mengabdikan diri melampaui panggilan tugas.

Partai Demokrat mengutuk keras setiap serangan terhadap personel UNIFIL. Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan tidak dapat ditoleransi dalam kondisi apa pun.

Baca Juga: 3 Kali Beruntun Timnas Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia

Demokrat mendesak PBB dan UNIFIL untuk segera melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap sumber serangan secara jelas.

Di tengah situasi yang semakin berisiko, Demokrat menegaskan bahwa keselamatan prajurit harus menjadi prioritas utama melalui penguatan SOP dan langkah kontinjensi yang adaptif di lapangan.

Partai Demokrat mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan para prajurit yang gugur sebagai syuhada perdamaian. Pengorbanan mereka akan selalu menjadi kehormatan bagi bangsa.

Indonesia akan terus hadir sebagai bagian dari solusi perdamaian dunia, namun setiap prajurit adalah nyawa bangsa yang tak tergantikan.

Hal senada ditambahkan Kepala Badan Komunikasi Strategis/Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra yang mengecam keras penyerangan yang dilakukan Israel. 

x|close