Ntvnews.id, Taipei - Pemimpin oposisi Taiwan, Cheng Li-wun, dijadwalkan melakukan kunjungan ke China pada Selasa, 7 April 2026, atas undangan Presiden Xi Jinping. Kunjungan ini menjadikannya sebagai ketua utama partai oposisi Kuomintang (KMT) pertama yang melakukan perjalanan ke China dalam satu dekade terakhir.
Dilansir dari AFP, Minggu, 5 April 2026, Cheng menyatakan keinginannya untuk bertemu Xi guna membangun “perdamaian” lintas Selat Taiwan.
Rencana pertemuan tersebut menuai beragam tanggapan di Taiwan. Sejumlah pejabat dan analis menilai Xi melihat peluang untuk memperkuat posisi Cheng di internal KMT sekaligus menghambat rencana penjualan senjata Amerika Serikat ke Taiwan.
Selama ini, KMT dikenal mendorong pendekatan yang lebih lunak terhadap Beijing sebagai dasar hubungan damai lintas selat, di tengah klaim China yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.
Baca Juga: Malaysia Desak DK PBB Lindungi Pasukan UNIFIL di Lebanon
Cheng, yang sebelumnya telah mendapat ucapan selamat dari Xi saat naik ke pucuk pimpinan partai pada Oktober lalu, juga menuai kritik dari kalangan politikus Taiwan, termasuk dari internal partainya, karena dinilai terlalu pro-China.
Kunjungan ini berlangsung di tengah meningkatnya tekanan dari Amerika Serikat sekutu utama keamanan Taiwan agar parlemen oposisi menyetujui pembelian senjata bernilai miliaran dolar guna menghadapi potensi ancaman militer China.
Di sisi lain, KMT menghadapi perpecahan internal terkait kebijakan pertahanan. Cheng mendukung alokasi anggaran besar untuk pengadaan senjata dari AS dengan opsi penambahan di masa depan, namun sejumlah tokoh senior partai menginginkan anggaran yang lebih besar lagi.
Presiden China Xi Jinping (ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China) (Antara)
Mantan penasihat KMT, Albert Tzeng, menilai Beijing melihat adanyakebutuhan untuk menyelamatkan Cheng Li-wun dari tekanan politik dalam negeri. Ia menyebut dukungan Xi dapat membuat lawan-lawan politik Cheng lebih berhati-hati.
Sementara itu, badan intelijen Taiwan memperingatkan bahwa Beijing diduga memanggil Cheng dengan tujuan menghambat kerja sama militer Taiwan dengan AS dan negara lain.
Baca Juga: Turki Bantah Tuduhan Kirim Senjata ke Iran, Sebut Propaganda Hitam
"Singkatnya, niat Beijing adalah untuk menginternalisasi masalah lintas selat, memperlakukannya sebagai masalah domestik bagi China, dengan intervensi asing dilarang," kata juru bicara Dewan Urusan Daratan Taiwan, Liang Wen-chieh, pada Kamis, 2 April 2026.
Menanggapi berbagai spekulasi, Cheng menegaskan bahwa kunjungannya semata bertujuan untuk mendorong perdamaian dan stabilitas lintas selat, serta tidak berkaitan dengan isu pengadaan senjata maupun kepentingan lainnya.
Peta Taiwan dan China (VOA)