Ntvnews.id,
Direktur Utama PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT) Agustinus Sudrajat menjelaskan bahwa kerusakan tersebut dipicu oleh tingginya curah hujan serta kondisi geografis area perbukitan.
"Retakan ini kami identifikasi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi, serta kondisi wilayah yang berada di area perbukitan," katanya pada Rabu, 8 April 2026.
Ia menambahkan, pihak pengelola telah memastikan sistem drainase berfungsi dengan baik, sekaligus melakukan penutupan sementara pada area terdampak serta pengalihan arus lalu lintas.
Baca Juga: Pemudik Dimbau Patuhi Aturan One way dan Contraflow
Kendaraan dari arah Bandung menuju Cirebon diarahkan keluar melalui Gerbang Tol Paseh.
Untuk solusi jangka panjang, penguatan struktur akan dilakukan menggunakan metode bore pile dengan kedalaman sekitar 30 meter dan panjang penanganan mencapai 100 meter.
Selain itu, rekayasa lalu lintas contraflow akan diberlakukan di jalur B arah Bandung, tepatnya dari KM 206+125 hingga KM 208+200.
"Selama contraflow berlangsung tidak ada pembatasan kendaraan, seluruh kendaraan masih bisa melintas," ujarnya.
Baca Juga: Insiden VinFast VF3 di Jalan Tol, Komponen Swing Arm Patah Usai Hantam Lubang
Sementara itu, Kanit PJR Tol Cisumdawu Deny Ruchyat menyampaikan bahwa rekayasa lalu lintas ini diperkirakan berlangsung selama tiga hingga empat bulan, menyesuaikan dengan progres perbaikan di lapangan.
"Paling tidak contraflow dilakukan tiga sampai empat bulan selama masa perbaikan. Namun kami upayakan bisa lebih cepat," kata Deny.
Ia juga menyebutkan bahwa contraflow direncanakan mulai diterapkan pada Rabu, 8 Juni 2026, setelah seluruh kesiapan teknis dan sarana pendukung terpenuhi.
Petugas pun mengimbau para pengguna jalan agar tetap berhati-hati serta mengurangi kecepatan saat melintasi area terdampak selama proses perbaikan berlangsung.
(Sumber: Antara)
Alat berat melakukan pengerukan dalam perbaikan jalan akibat retakan tanah di Tol Cisumdawu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. ANTARA/Ilham Nugraha. (Antara)