Ntvnews.id
Berdasarkan keterangan dari Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, pihaknya mendeteksi peluncuran beberapa rudal balistik yang diarahkan ke Laut Jepang pada hari yang sama, serta satu proyektil tak dikenal yang diluncurkan sehari sebelumnya, Selasa, 7 April 2026.
Baca Juga: Kerja Sama RI-Korsel Menguat, Kunjungan Prabowo Hasilkan Investasi Rp173 Triliun
Otoritas Korea Selatan menilai aksi tersebut sebagai bentuk provokasi sekaligus pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.
Mereka pun mendesak Korea Utara untuk segera menghentikan tindakan serupa di masa mendatang.
Mengutip laporan Yonhap, rudal balistik jarak pendek yang diluncurkan oleh Korea Utara diketahui memiliki jangkauan terbang sekitar 240 kilometer.
Peristiwa ini menjadi peluncuran rudal keempat yang terkonfirmasi sepanjang tahun 2026.
Baca Juga: Gestur Bangga Prabowo saat Menyalami Sugianto yang Selamatkan Lansia dari Kebakaran di Korsel
Sementara itu, Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara menyampaikan bahwa pihak Jepang tidak menemukan adanya rudal Korea Utara yang melintasi wilayah udaranya.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Seorang pria menonton TV yang menyiarkan berita tentang Korea Utara yang menembakkan rudal balistik di atas Jepang, di sebuah stasiun kereta api di Seoul, Korea Selatan, Selasa (4/10/2022). ANTARA/REUTERS/Kim Hong-Ji/as. (Antara)