Ntvnews.id, Teheran - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan kesiapan negaranya untuk menjalin kesepakatan yang adil dan seimbang dengan Amerika Serikat, dengan tetap mengedepankan kepentingan nasional sebagai prinsip utama dalam setiap perundingan.
Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian saat melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada Minggu. Dalam percakapan itu, kedua pemimpin turut membahas dinamika hubungan internasional serta perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: 140 Situs Warisan Budaya Iran Rusak Akibat Serangan AS-Israel, Kerugian Capai Rp837 Miliar
“Iran sepenuhnya siap untuk mencapai kesepakatan yang adil dengan AS demi perdamaian dan keamanan jangka panjang di kawasan Timur Tengah,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi kepresidenan Iran di media sosial.
Ia juga menegaskan bahwa dalam proses negosiasi, Iran tidak akan mengabaikan hak-hak rakyatnya maupun kepentingan strategis negara. Menurutnya, kedua hal tersebut menjadi garis tegas yang tidak dapat dilanggar dalam dialog dengan Washington.
Baca Juga: Hampir 70 Persen Warga AS Khawatir Konflik dengan Iran
Selain itu, Pezeshkian mengungkapkan perkembangan komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat. Ia menilai, tantangan utama dalam mencapai kesepakatan hingga kini masih berkaitan dengan adanya “standar ganda” yang diterapkan oleh pihak Amerika Serikat.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato dalam 'Dewan untuk Pengembangan Budaya Al-Quran' di Teheran, Iran, pada 24 Februari 2026. ANTARA/Iranian Presidency/Anadolu/pri. (Antara)