Ntvnews.id,
Informasi tersebut disampaikan oleh The Wall Street Journal dalam laporannya.
Menurut laporan tersebut, para pemilik kapal dari berbagai negara saat ini tengah melakukan negosiasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) guna memperoleh izin melintasi jalur strategis tersebut.
Baca Juga: IRGC Klaim Serang Kapal Israel dan Kapal Serbu AS
Media itu juga menyebutkan bahwa kapal yang diizinkan melintas harus mengikuti rute khusus yang telah ditentukan serta mendapatkan izin resmi sebelum memasuki wilayah tersebut.
Sebelumnya, pada Rabu, 8 April 2026 malam, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan adanya kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan antara Washington dan Teheran.
Selanjutnya, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Selat Hormuz kembali dibuka.
Jalur ini merupakan salah satu rute pelayaran paling vital di dunia karena menjadi jalur distribusi sekitar 20 persen pasokan minyak, produk petroleum, dan gas alam cair (LNG) global.
Baca Juga: IRGC: Selat Hormuz Tak Akan Kembali Normal bagi AS dan Israel
(Sumber: Antara)
Kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz setelah gencatan senjata AS-Iran sementara selama dua pekan, dengan syarat selat tersebut dibuka kembali, terlihat di Oman, Rabu (8/4/2026). /ANTARA/Shady Alassar/Anadolu/pri. (Antara)