Irjen Herimen Blak-blakan soal Copot Kapolsek dan Kanit Reskrim Panipahan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Apr 2026, 10:48
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Irjen Herry Heryawan Irjen Herry Heryawan (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Kapolda Riau Herry Heryawan atau yang disapa Herimen menegaskan pencopotan dua pejabat di Polsek Panipahan sebagai langkah tegas menyusul kerusuhan warga yang berujung pembakaran rumah yang diduga terkait peredaran narkoba di Kelurahan Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rokan Hilir.

Pada Minggu (12/4/2026), dua personel yang dicopot adalah Kapolsek Panipahan AKP Robiansyah dan Kanit Reskrim Polsek Panipahan Aipda Rahmat Ilyas. Keputusan ini, menurut Herry, merupakan bentuk evaluasi langsung atas kinerja aparat di lapangan dalam menjaga stabilitas keamanan.

"Ini adalah bentuk evaluasi dan tanggung jawab kami. Kami melihat ada hal-hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam menjaga situasi kamtibmas di Panipahan. Karena itu, kami mengambil langkah tegas," kata Herry.

Ia menilai, jajaran kepolisian di tingkat wilayah belum mampu mengantisipasi dinamika yang berkembang di masyarakat. Kondisi tersebut kemudian memicu situasi yang berujung pada tindakan anarkis oleh warga.

"Seorang pimpinan harus hadir, peka, dan mampu membaca situasi. Ketika itu tidak berjalan dengan baik, maka harus ada langkah korektif," jelasnya.

Kerusuhan terjadi pada Jumat (10/4/2026) petang, ketika ratusan warga mendatangi sebuah rumah permanen yang diduga menjadi lokasi aktivitas peredaran narkoba. Dalam aksi tersebut, massa melakukan perusakan hingga pembakaran.

Baca Juga: Kapolsek dan Kanit Reskrim Panipahan Dicopot Usai Kerusuhan Terkait Dugaan Narkoba di Rohil

Dalam rekaman yang beredar, terlihat warga melempari bangunan, mendobrak gerbang, merusak sepeda motor di lokasi, hingga membakar kendaraan dan membuangnya ke parit. Jumlah massa diperkirakan mencapai sekitar 500 orang, membuat aparat di lokasi kesulitan mengendalikan keadaan.

Selain melakukan aksi tersebut, warga juga menuntut agar aparat segera menutup lokasi yang diduga menjadi pusat peredaran narkoba serta menangkap seorang terduga pelaku berinisial MA. Mereka bahkan mengancam akan kembali turun ke jalan apabila tuntutan tidak dipenuhi.

Merespons situasi itu, Herry memastikan pihaknya segera mengambil langkah cepat untuk meredam ketegangan di lapangan. Ia menyebut Kapolres bersama Wakil Bupati telah turun langsung untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat.

"Kami bergerak cepat sejak awal. Kapolres bersama Wakil Bupati sudah turun langsung ke lapangan, mengajak tokoh-tokoh masyarakat untuk berdialog dan meredam situasi. Ini bagian dari pendekatan yang kami lakukan agar kondisi segera kondusif," kata Herry.

Baca Juga: Trump Perintahkan Angkatan Laut AS Blokade Selat Hormuz Usai Perundingan Nuklir dengan Iran Buntu

Tidak hanya itu, Wakapolda Riau Brigjen Hengki Haryadi bersama Irwasda dan Kabid Propam Polda Riau serta Bupati Rokan Hilir juga turut hadir di lokasi guna memastikan pengendalian situasi berjalan optimal. Pengawasan diperkuat, termasuk komunikasi intensif dengan masyarakat untuk mencegah potensi eskalasi lanjutan.

" Kami ingin memastikan bahwa situasi tetap terkendali. Tidak ada eskalasi lanjutan, serta seluruh permasalahan ditangani secara komprehensif, baik dari sisi keamanan, penegakan hukum, maupun pendekatan sosial," ujarnya.

Menurut Herry, kondisi di Panipahan kini mulai berangsur pulih dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. Meski demikian, langkah-langkah pencegahan tetap diperkuat agar situasi tetap kondusif.

" Kami mengimbau, kepada seluruh masyarakat Panipahan agar tetap menjaga ketenangan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh keadaan," tambahnya.

x|close