Isu NasDem Merger Gerindra, Saan Mustopa: Dipertimbangkan, Itu Bukan Hal Baru

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Apr 2026, 17:10
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menjawab pertanyaan awak media usai acara HUT Ke-14 NasDem di Jakarta, Selasa (11/11/2025). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menjawab pertanyaan awak media usai acara HUT Ke-14 NasDem di Jakarta, Selasa (11/11/2025). ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa menegaskan bahwa belum ada pembahasan serius di internal partainya terkait wacana merger atau fusi dengan partai politik lain. Saat ini, NasDem lebih memprioritaskan penguatan struktur organisasi dan konsolidasi internal.

Saan menjelaskan bahwa agenda utama partai adalah memperkuat jaringan hingga ke tingkat akar rumput.

"Kita lagi mengintensifkan konsolidasi dan pembentukan struktur partai sampai ke tingkat DPRt (dewan pimpinan ranting). Itu fokus kita hari ini. Jadi, terkait dengan soal wacana fusi, itu belum menjadi pembicaraan di internal secara lebih mendalam," kata Saan Mustopa, Senin, 13 April 2026.

Baca Juga: Surya Paloh Hadiri Makan Malam di Istana, Siap Dengarkan Paparan Prabowo

Meski demikian, ia menilai wacana peleburan partai bukanlah hal baru dalam sejarah politik Indonesia. Saan menyinggung pengalaman masa lalu ketika sejumlah partai digabungkan menjadi tiga kekuatan politik utama pada 1973.

"Kita dulu tahun 73 kan juga ada fusi. Dari sekian banyak partai menjadi tiga partai. Dan sebagai sebuah ide, sebagai sebuah gagasan, tentu dipertimbangkan atau dipikirkan kan menjadi hal yang biasa," tuturnya.

Namun, ia menekankan bahwa realisasi fusi partai membutuhkan pertimbangan matang, termasuk menyangkut ideologi, identitas, serta visi masing-masing partai.

"Karena membangun atau mendirikan partai itu, para pendiri partai masing-masing, tentu punya idealisme, punya ide, punya gagasan, ideologi dalam konteks yang berbeda-beda," ujarnya.

Terkait kabar pertemuan antara Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Presiden RI Prabowo Subianto yang disebut membahas merger, Saan mengaku tidak mengetahui detail pembicaraan tersebut.

"Saya tidak tahu persis terkait dengan pertemuan itu, apalagi terkait dengan substansi dari pertemuan tersebut apa saja yang dibicarakan," ucap Saan.

Baca Juga: NasDem Tertarik Naming Rights Halte di Jakarta

Ia menilai pertemuan antar pimpinan partai merupakan hal wajar, terutama karena NasDem merupakan bagian dari koalisi pemerintah.

"Karena itu, untuk bisa memaksimalkan dukungan NasDem terhadap pemerintah maka yang namanya komunikasi dalam bentuk silaturahmi atau pertemuan itu hal yang lazim dilakukan antara pimpinan partai koalisi dengan Presiden," katanya.

(Sumber: Antara)

x|close