Ntvnews.id,
Estimasi tersebut masih bersifat sementara dan disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, pada Selasa, 14 April 2026, sebagaimana dilaporkan oleh Kantor Berita Tasnim.
"Salah satu isu yang terus dikejar oleh tim perunding kami dan dalam dialog di Islamabad adalah tentang ganti rugi akibat perang," kata Fatemeh Mohajerani kepada Kantor Berita Rusia RIA Novosti.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa angka kerugian tersebut belum merupakan hasil akhir.
Baca Juga: Jika Konflik Berlanjut, IRGC Iran Ancam Gunakan 'Senjata' Baru
"Kerusakan-kerusakan itu biasanya perlu diperiksa dalam beberapa lapis," ujarnya.
Ketegangan di kawasan Teluk meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama ke Iran pada akhir Februari lalu.
Serangan tersebut menyebabkan ribuan orang meninggal dunia serta ribuan lainnya mengalami luka-luka.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan ke sejumlah wilayah, termasuk Israel, Irak, Yordania, serta negara-negara di kawasan Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Baca Juga: Putin Siap Bantu Iran Wujudkan Perdamaian Timur Tengah Usai Negosiasi dengan AS Gagal
Situasi ini kemudian mereda setelah diumumkannya gencatan senjata selama dua pekan pada akhir pekan sebelumnya.
Sementara itu, upaya diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat masih menemui jalan buntu. Delegasi kedua negara mengakhiri perundingan selama 21 jam di Islamabad, Pakistan, pada Minggu, 12 April 2026, tanpa mencapai kesepakatan.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Sisa-sisa Sekolah Dasar Shajarat al-Tayyiba yang menjadi sasaran serangan terlihat di Minab, Iran, pada Selasa (31/3/2026). (ANTARA/Hamid Vakili/Anadolu/pri) (Antara)