Serangan AS-Israel Sudah Tewaskan 278 Siswa dan 67 Guru di Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Apr 2026, 08:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Masyarakat menghadiri acara pemakaman di Iran, Teheran, Rabu (1/4/2026). (ANTARA/Xinhua/Sha Dati) Masyarakat menghadiri acara pemakaman di Iran, Teheran, Rabu (1/4/2026). (ANTARA/Xinhua/Sha Dati) (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Kementerian Pendidikan Iran mencatat sebanyak 278 pelajar tingkat dasar dan menengah serta 67 guru meninggal dunia akibat serangan Amerika Serikat dan Israel dalam rentang waktu 28 Februari hingga 8 April 2026.

Selain korban jiwa, sebanyak 196 siswa dan 26 tenaga pendidik lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dalam periode yang sama.

Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, menyampaikan bahwa sektor pendidikan mengalami kerusakan besar akibat serangan tersebut.

“Sebanyak 942 sekolah mengalami kerusakan, dengan 18 di antaranya hancur total,” ujarnya, dikutip dari Yeni Safak, Rabu, 15 April 2026.

Tidak hanya fasilitas pendidikan, kerusakan juga meluas ke berbagai infrastruktur sipil. Pemerintah Iran melaporkan lebih dari 125.000 fasilitas terdampak, termasuk sekitar 100.000 rumah, 20.500 bangunan komersial, serta ratusan pusat layanan kesehatan.

Baca Juga: Jika Konflik Berlanjut, IRGC Iran Ancam Gunakan 'Senjata' Baru

Secara keseluruhan, konflik yang berlangsung sejak akhir Februari itu disebut telah menewaskan lebih dari 3.300 orang dan memaksa ratusan ribu warga meninggalkan tempat tinggal mereka.

Serangan tersebut terjadi sebelum diberlakukannya gencatan senjata sementara selama dua pekan yang dimediasi Pakistan, dengan dukungan sejumlah negara seperti Turki, Tiongkok, Arab Saudi, dan Mesir.

Namun demikian, upaya diplomasi lanjutan belum menunjukkan hasil. Perundingan antara AS dan Iran yang digelar di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan setelah berlangsung selama 21 jam.

Kegagalan tersebut turut memperburuk kondisi keamanan, khususnya di wilayah maritim. Amerika Serikat memberlakukan pembatasan terhadap pelabuhan Iran, sementara Teheran merespons dengan memperketat lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Situasi ini semakin meningkatkan kekhawatiran akan dampak konflik yang kian meluas, baik dari sisi kemanusiaan maupun stabilitas kawasan.

x|close