Trump Optimistis Perundingan Iran-AS Segera Dilanjutkan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Apr 2026, 05:41
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump. /ANTARA/Anadolu/Kyle Mazza/pri. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump. /ANTARA/Anadolu/Kyle Mazza/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Donald Trump menyatakan optimisme terkait kemungkinan dimulainya kembali perundingan dengan Iran, yang menurutnya dapat berlangsung dalam waktu dekat di Pakistan.

"Sesuatu bisa terjadi dalam dua hari ke depan,” kata Trump dalam wawancara via telepon dengan New York Post, Selasa, 14 April 2026..

Dalam konteks negosiasi tersebut, Trump juga menyinggung peran Marsekal Lapangan Pakistan Jenderal Asim Munir, yang disebutnya memiliki hubungan baik dengannya, terutama saat berupaya memediasi konflik Pakistan-India pada tahun lalu.

"Dia fantastis, dan karena itu kemungkinan besar kami akan kembali ke sana," kata Trump.

Namun, sekitar satu jam sebelum pernyataan tersebut, Trump sempat meredam kemungkinan kembalinya lokasi perundingan ke Pakistan. Dalam percakapan telepon terpisah dengan media yang sama, ia menyebut opsi lokasi lain tengah dipertimbangkan.

“Kami mungkin akan pergi ke lokasi lain. Kami sudah mulai memikirkan lokasi lain (untuk perundingan),” ujarnya.

Baca Juga: Presiden Iran Bela Paus Leo XIV di Tengah Kritik Donald Trump

Perubahan sikap dalam waktu singkat itu menimbulkan ketidakpastian mengenai arah diplomasi yang akan ditempuh. Sementara itu, seorang pejabat Gedung Putih mengonfirmasi bahwa pembicaraan lanjutan masih dalam tahap pertimbangan menjelang potensi berakhirnya gencatan senjata sementara dalam waktu dekat.

"Pembicaraan selanjutnya sedang dibahas tetapi belum ada yang dijadwalkan saat ini," kata pejabat tersebut.

Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah memicu lonjakan harga minyak global, terutama setelah Teheran melakukan blokade di Selat Hormuz.

Ilustrasi - Bendera nasional Amerika Serikat dan Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Bendera nasional Amerika Serikat dan Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)

Setelah perundingan awal antara Iran dan AS di Islamabad pekan lalu tidak mencapai kesepakatan, Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk melakukan blokade terhadap jalur pelayaran strategis tersebut.

Di sisi lain, Trump juga melontarkan kritik terhadap negara-negara Eropa yang enggan terlibat dalam upaya membuka kembali Selat Hormuz. Sebaliknya, sejumlah pemimpin Eropa justru menyalahkan Trump karena memulai konflik dengan Iran tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan mereka.

x|close