Ntvnews.id, Yaounde - Pemimpin tertinggi Gereja Katolik dunia, Paus Leo XIV, menyampaikan pesan tegas kepada masyarakat Kamerun agar tidak menyalahgunakan agama demi kepentingan politik.
Dalam pidatonya di Katedral Santo Yosef, Paus menyerukan pentingnya perdamaian di wilayah Bamenda yang selama ini dilanda konflik berkepanjangan.
Ia memperingatkan bahwa para penguasa perang kerap mengabaikan kenyataan bahwa "hanya butuh sesaat untuk menghancurkan, namun seringkali seumur hidup tak cukup untuk memulihkan".
Paus juga menyayangkan sikap para pemegang kekuasaan yang menutup mata terhadap besarnya dana yang dihabiskan untuk konflik dan kehancuran. Di sisi lain, kebutuhan untuk pemulihan, pendidikan, dan penyembuhan justru tidak mendapat perhatian memadai.
"Celakalah mereka yang memanipulasi agama dan Tuhan untuk keuntungan militer, ekonomi, dan politik mereka sendiri, yang menyeret hal sakral ke dalam kegelapan dan kekotoran," kata Paus Leo, seperti dikutip Vatican News, Sabtu, 18 April 2026.
Baca Juga: Trump Ancam Italia, Hubungan Memanas Imbas Iran dan Kritik Paus
Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang sebelumnya bereaksi keras atas kritik Paus terhadap perang AS dengan Iran.
Kamerun menjadi tujuan kedua dalam rangkaian kunjungan Paus di Afrika. Sebelumnya, ia juga mengunjungi Aljazair dan menyampaikan pesan damai serupa.
Dalam kunjungannya ke Bamenda, Paus menyoroti ketangguhan masyarakat yang tetap beriman di tengah penderitaan. Ia bahkan mengaku mendapatkan inspirasi dari warga setempat.
Paus Leo XIV, Kepala Negara Vatikan, memberikan pidato di Aula Cihannuma, Perpustakaan Nasional Kepresidenan, usai pertemuan Masyarakat Sipil dan Delegasi Diplomatik yang diadakan di Ankara, Turki pada 27 November 2025. ANTARA/Do?ukan Keskink?l?ç/Ana (Antara)
"Memang benar saya di sini untuk mewartakan perdamaian. Namun, penduduk Bamenda telah mewartakan pesan perdamaian kepada saya," kata Paus.
Lebih lanjut, Paus menyoroti praktik eksploitasi sumber daya Afrika oleh pihak-pihak berkuasa yang digunakan untuk membeli senjata, sehingga memperpanjang siklus konflik dan kematian.
Ia menilai kondisi tersebut sebagai gambaran dunia yang terbalik dan mengajak semua pihak untuk menolak praktik tersebut.
"Dunia sedang dihancurkan oleh segelintir tiran, namun tetap dipersatukan oleh banyak saudara dan saudara yang saling mendukung," kata Paus Leo.
Paus Leo XIV. ANTARA/Anadolu/py (ANTARA/Anadolu) (Antara)