Demonstrasi Besar di London Soroti Krisis Perumahan dan Kenaikan Sewa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Apr 2026, 11:00
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Arsip - Bendera Inggris terlihat dengan latar belakang Big Ben di London. (ANTARA/Anadolu/py.) Arsip - Bendera Inggris terlihat dengan latar belakang Big Ben di London. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)

Ntvnews.id, Moskow - Ribuan warga menggelar aksi di pusat kota London pada Sabtu, 18 April 2026 dalam demonstrasi bertajuk Demonstrasi Perumahan Nasional.

Aksi tersebut dilakukan untuk menuntut ketersediaan hunian yang terjangkau serta pengendalian harga sewa.

Berdasarkan laporan koresponden RIA Novosti, massa yang terdiri dari berbagai elemen seperti serikat pekerja, asosiasi penyewa, mahasiswa, hingga organisasi lainnya mulai berkumpul di Soho Square sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Baca Juga: Ambulans Relawan Milik Yahudi Dibakar di London

Dalam aksi tersebut, para peserta mendesak pemerintah Inggris untuk menerapkan kebijakan pembatasan sewa serta melakukan intervensi di sektor perumahan.

Para demonstran juga membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan, termasuk tulisan "Rumah untuk rakyat, bukan keuntungan" serta seruan untuk membekukan harga sewa.

Penyelenggara aksi menyebutkan bahwa rata-rata biaya sewa di Inggris mengalami kenaikan hampir sepertiga sejak masa pandemi.

Mereka turut menyoroti kondisi hunian yang dinilai tidak layak di London dan sejumlah kota besar lainnya, di mana banyak keluarga masih tinggal di tempat sewa dengan kualitas buruk.

Selain itu, Inggris disebut memiliki angka tunawisma tertinggi dibandingkan negara-negara maju lainnya.

"Sistem perumahan lain dimungkinkan. Kita bisa mendapatkan rumah yang terjangkau dan aman," kata penyelenggara dalam pernyataannya.

Baca Juga: Viral Video Kena Tegur Jurnalis di London, Paspampres Buka Suara

Setelah berkumpul, massa kemudian bergerak menuju pusat kota dengan membawa boneka Perdana Menteri Keir Starmer serta spanduk yang menuduh pemerintah berpihak kepada pemilik properti.

Pengamanan aksi dilakukan dengan pengerahan puluhan aparat kepolisian, dan tidak dilaporkan adanya insiden selama berlangsungnya demonstrasi.

(Sumber: Antara)

x|close