Iran Dikabarkan Tolak Lanjutkan Perundingan Damai dengan AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Apr 2026, 18:03
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Warga menghadiri unjuk rasa di Teheran, Iran, 8 April 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati Warga menghadiri unjuk rasa di Teheran, Iran, 8 April 2026. ANTARA/Xinhua/Shadati (Antara)

Ntvnews.id

Teheran - Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan pada Minggu, 19 April 2026 bahwa Iran menolak untuk berpartisipasi dalam putaran kedua perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS).

Ketidakhadiran Iran dalam perundingan tersebut dijelaskan oleh IRNA sebagai respons terhadap sejumlah faktor yang dinilai merugikan pihaknya.

Ketidakhadiran Iran dalam putaran kedua perundingan.

"Berasal dari apa yang disebutnya sebagai tuntutan berlebihan Washington, ekspektasi yang tidak realistis, sikap yang selalu berubah-ubah, kontradiksi berulang, serta blokade laut yang masih berlangsung, yang dianggapnya sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata," ungkap kantor berita tersebut dalam unggahan di akun berbahasa Inggris mereka di platform media sosial X.

Baca Juga: Yoki Firnandi Divonis 9 Tahun Penjara Dalam Kasus Minyak Mentah

Dalam laporan lain berbahasa Persia, IRNA juga menegaskan bahwa informasi terkait putaran kedua perundingan damai antara Teheran dan Washington di Islamabad dinilai tidak benar.

Kantor berita itu menyebut sejumlah laporan dari pihak AS sebagai bagian dari "permainan media dan sejalan dengan taktik menyalahkan pihak lain" yang bertujuan menekan Iran.

IRNA kembali menyoroti bahwa "tuntutan AS yang berlebihan, tidak logis, dan tidak realistis, sikap yang kerap berubah-ubah, pernyataan yang terus-menerus saling bertentangan serta berlanjutnya hal yang disebut sebagai blokade laut" menjadi faktor utama yang menghambat kemajuan negosiasi.

Bahkan, dalam kondisi saat ini, IRNA menilai bahwa "tidak ada prospek cerah" bagi tercapainya hasil positif dalam perundingan tersebut.

Sebelumnya, pada 28 Februari 2026, Israel bersama Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan sejumlah kota lain di Iran.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, bersama sejumlah pejabat militer senior dan warga sipil.

Baca Juga: Iran Ancam Balasan Usai Kapal Disita AS di Teluk Oman, Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Iran juga memperketat pengawasan di Selat Hormuz.

Pihak-pihak yang terlibat konflik kemudian menyepakati gencatan senjata pada 8 April 2026. Kesepakatan itu diikuti dengan perundingan antara delegasi Iran dan AS di Islamabad, Pakistan, pada 11–12 April 2026.

Namun, perundingan tersebut berakhir tanpa kesepakatan, yang kemudian diikuti oleh kebijakan blokade laut oleh AS di jalur perairan tersebut.

Meski demikian, laporan menyebutkan bahwa delegasi dari Iran dan Amerika Serikat diperkirakan masih akan menggelar putaran perundingan damai lanjutan di Pakistan dalam waktu dekat.

(Sumber: Antara)

x|close