A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Namun Ancam Tutup Lagi Jika Blokade AS Berlanjut - Ntvnews.id

Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Namun Ancam Tutup Lagi Jika Blokade AS Berlanjut

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Apr 2026, 05:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz, Iran selatan, Selasa (30/4/2019). /ANTARA/Xinhua/Ahmad Halabisaz/aa. Tentara Iran berpatroli di Selat Hormuz, Iran selatan, Selasa (30/4/2019). /ANTARA/Xinhua/Ahmad Halabisaz/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Iran kembali mengizinkan kapal-kapal komersial melintas di Selat Hormuz pada Senin, 20 April 2026, setelah sebelumnya menutup jalur vital tersebut sejak Sabtu, 18 April 2026.

Meski demikian, pemerintah Iran mengingatkan bahwa mereka dapat kembali menutup selat tersebut apabila Amerika Serikat masih melanjutkan blokade di luar wilayah perairan itu.

Dilansir dari AFP, Selasa, 21 April 2026, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya menyampaikan bahwa Teheran telah membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz.

"Jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata," kata Araghchi melalui akun X.

Namun, ia tidak merinci gencatan senjata yang dimaksud, apakah merujuk pada kesepakatan 10 hari antara Lebanon dan Israel yang mulai berlaku tengah malam, atau gencatan senjata dua minggu antara Iran dan Amerika Serikat yang dimulai pada 8 April.

Baca Juga: Kapal Pertamina Masih Tertahan di Selat Hormuz, Bahlil: Doakan Ya

Penutupan Selat Hormuz sebelumnya sempat mengguncang perekonomian global, mengingat jalur tersebut merupakan salah satu rute utama perdagangan energi dunia. Iran bahkan menjadikan perpanjangan gencatan senjata di Lebanon sebagai syarat untuk membuka kembali jalur pelayaran itu, menurut laporan media pemerintah.

Data dari perusahaan analisis pelayaran Kpler menunjukkan lebih dari 20 kapal tetap melintasi rute perdagangan minyak global di Selat Hormuz pada Sabtu, 28 April 2026, meskipun kawasan tersebut masih menjadi titik panas konflik antara Iran dan Amerika Serikat.

Arsip foto - Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 menunjukkan kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa. <b>(Antara)</b> Arsip foto - Foto yang dirilis pada 21 Juli 2019 menunjukkan kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa. (Antara)

Hingga saat itu, Selat Hormuz masih ditutup baik oleh Iran maupun oleh Amerika Serikat yang berupaya memblokade kapal-kapal milik Teheran. Meski begitu, jumlah pelayaran tersebut menjadi yang tertinggi sejak 1 Maret, sehari setelah Iran menutup selat tersebut akibat serangan dari AS dan Israel.

Dari kapal-kapal yang berhasil melintas, lima di antaranya diketahui terakhir mengangkut muatan dari Iran, mulai dari produk minyak hingga logam. Sementara tiga kapal lainnya merupakan pengangkut gas minyak cair, dengan tujuan masing-masing ke China dan India, sebagaimana dilaporkan Reuters pada Senin, 20 April 2026.

TERKINI

Load More
x|close