Ntvnews.id, Washington D.C - Hasil jajak pendapat yang dirilis NBC News Decision Desk mengungkapkan bahwa mayoritas warga Amerika Serikat (AS) merasa tidak puas terhadap kinerja Presiden Donald Trump.
Survei NBC News yang bekerja sama dengan SurveyMonkey pada Minggu, 19 April 2026, menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap Trump turun ke level terendah selama masa jabatan keduanya.
Secara keseluruhan, sebanyak 63 persen responden menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja Trump sebagai presiden.
Sebanyak 50 persen di antaranya bahkan menyatakan sangat tidak puas. Sementara itu, hanya 37 persen responden yang mengaku puas dengan kinerja Trump.
NBC News Decision Desk melakukan survei pada periode 30 Maret hingga 13 April dengan melibatkan 32.433 responden dewasa. Margin of error dalam survei ini tercatat sebesar +/- 1,8 persen.
Berdasarkan hasil jajak pendapat tersebut, sekitar dua pertiga responden juga tidak setuju dengan kebijakan Trump dalam menangani inflasi serta konflik dengan Iran.
Mayoritas responden, yakni 61 persen, berpendapat bahwa AS tidak seharusnya melakukan aksi militer lanjutan terhadap Iran. Sementara 23 persen menyatakan semua opsi perlu dipertimbangkan, termasuk kemungkinan pengerahan pasukan darat. Hanya 16 persen yang mendukung kelanjutan operasi militer terbatas pada serangan udara.
Baca Juga: Netanyahu Terkejut Gegara Trump Larang Israel Serang Lebanon
Penolakan terhadap aksi militer ini bahkan lebih tinggi di kalangan responden berusia di bawah 30 tahun, dengan 74 persen menilai AS seharusnya tidak melanjutkan tindakan militer terhadap Iran.
Terkait isu ekonomi, sebanyak 68 persen warga AS mengaku tidak puas dengan cara Trump menangani inflasi. Hanya 32 persen yang menyatakan puas terhadap kebijakan presiden dalam mengatasi kenaikan harga dan biaya hidup.
NBC juga menyoroti bahwa persoalan ekonomi tetap menjadi perhatian utama publik AS. Sebanyak 45 persen responden menyebut isu ini lebih penting dibandingkan ancaman terhadap demokrasi, layanan kesehatan, maupun masalah keamanan dan kriminalitas.
Sebanyak 40 persen responden mengaku kondisi ekonomi mereka saat ini lebih buruk dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, hampir dua pertiga responden menilai harga bahan bakar, khususnya bensin, menjadi persoalan serius.
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump berbicara selama upacara pemberian Medali Kehormatan di Ruang Timur Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, pada 2 Maret 2026. ANTARA/Kyle Mazza/Anadolu/pri. (Antara)
Meski Trump masih memiliki basis pendukung yang kuat, NBC mencatat adanya penurunan dukungan dari kalangan Partai Republik.
Dalam survei tersebut, 83 persen responden dari Partai Republik memberikan penilaian positif terhadap Trump, turun 4 poin dibandingkan survei awal tahun lalu.
Sementara itu, tingkat persetujuan yang sangat kuat dari pemilih Partai Republik juga menurun 6 poin, dari sebelumnya 58 persen menjadi 52 persen.
Baca Juga: Bank Mandiri Targetkan Pertumbuhan Berkelanjutan, Fokus Kredit dan UMKM
Secara umum, hanya sekitar sepertiga warga AS yang menilai negara tersebut berada di jalur yang benar, sementara dua pertiga lainnya berpandangan sebaliknya.
"Ini merupakan pandangan paling pesimistis dalam jajak pendapat Decision Desk sejak Trump kembali menjabat tahun lalu," demikian keterangan NBC.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengadakan konferensi pers di Ruang Briefing Pers James S. Brady di Gedung Putih, Washington D.C., Amerika Serikat, Selasa (6/4/2026). ANTARA/Anadolu/Celal Güne?/pri. (Antara)