Ntvnews.id, Washington - Inggris dan Prancis akan mengadakan pertemuan yang melibatkan perencana militer dari lebih dari 20 negara pada pekan ini untuk menyusun strategi terkoordinasi dalam upaya membuka kembali Selat Hormuz yang sangat vital bagi jalur pelayaran global.
Konferensi yang berlangsung selama dua hari tersebut akan dimulai pada Rabu, 22 April 2026, dan diselenggarakan di Markas Besar Gabungan Permanen Inggris yang berlokasi di Northwood, London Utara.
Pertemuan ini bertujuan untuk menerjemahkan kesepakatan diplomatik yang baru-baru ini dicapai menjadi rencana militer yang konkret dan dapat diimplementasikan ketika situasi memungkinkan, terutama setelah adanya gencatan senjata yang masih berlangsung, sebagaimana disampaikan dalam sebuah pernyataan resmi.
Baca Juga: Iran Tolak Negosiasi Baru dengan AS di Pakistan, Ketegangan di Selat Hormuz Kian Memuncak
Dalam forum tersebut, para perencana militer diperkirakan akan memfokuskan pembahasan pada aspek kemampuan militer, sistem komando dan kendali, serta mekanisme pengerahan pasukan ke kawasan terkait.
Sebelumnya, pada 2 Maret 2026, Teheran mengumumkan pembatasan navigasi di selat strategis tersebut, yang merupakan jalur penting bagi distribusi minyak dan gas dunia.
Kebijakan ini muncul beberapa hari setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Pakistan kemudian memfasilitasi pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran pada 11–12 April 2026, setelah berhasil menengahi gencatan senjata selama 14 hari yang dimulai pada 8 April 2026 dan dijadwalkan berakhir pada Rabu malam waktu Washington.
Baca Juga: Iran Tolak Negosiasi dengan AS di Bawah Ancaman, Kritik Blokade Selat Hormuz
Namun, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa pihaknya akan memperpanjang masa gencatan senjata tersebut.
"proposal terpadu"
Langkah ini diambil untuk memberikan waktu tambahan bagi Teheran dalam menyiapkan proposal tersebut, menyusul permintaan dari pejabat Pakistan.
Hingga kini, upaya untuk melanjutkan putaran negosiasi berikutnya masih terus dilakukan, meskipun situasi di kawasan tetap diliputi ketidakpastian.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)