Ntvnews.id, Moskow - Presiden Vladimir Putin dan Presiden Masoud Pezeshkian dilaporkan terus menjalin komunikasi intensif sejak pecahnya konflik antara Amerika Serikat–Israel dengan Iran. Hal tersebut disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Rusia, Kazem Jalali, pada Kamis, 23 April 2026 waktu setempat.
Menurut Jalali, kedua kepala negara telah melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon sebanyak tiga kali sejak 28 Februari. Ia menekankan bahwa hubungan komunikasi di tingkat tertinggi antara kedua negara berjalan sangat baik.
Baca Juga: Komitmen Impor Minyak dari Rusia Dilakukan Bertahap hingga Akhir 2026
"Para presiden kami menjaga komunikasi yang sangat baik. Para menteri luar negeri kedua negara juga memiliki hubungan yang sangat kuat," kata Jalali.
Dalam percakapan terakhir yang berlangsung pada 12 April, Jalali menyebut bahwa Rusia menyatakan kesiapan untuk terus berperan dalam mendorong penyelesaian konflik. Moskow juga berkomitmen membantu mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan di kawasan.
"Kami berterima kasih kepada Rusia atas suara dan dukungan ini, yang membuktikan adanya hubungan stabil dan mendalam di antara negara kami," ujar Jalali.
Baca Juga: Prabowo dan Putin Bahas Peluang WNI Ikuti Program Kosmonot Rusia
Hubungan erat antara Rusia dan Iran dinilai menjadi faktor penting dalam dinamika geopolitik kawasan, terutama di tengah meningkatnya ketegangan yang melibatkan kekuatan global dan regional.
(Sumber: Antara)
Presiden Iran Masoud Pezeshkian saat kunjungan ke markas besar Palang Merah Iran (IRCS) di Teheran, Iran, Rabu (15/4/2026). ANTARA/Xinhua/Shadati/aa. (Antara)