Rano Karno: Jakarta Tanpa Seni Hanyalah Kumpulan Beton, Seni Membuat Kota Punya Jiwa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Apr 2026, 13:00
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Rano Karno Rano Karno (NTVNews.id/Humas Pemprov DKI)

Ntvnews.id, Jakarta - Seni punya peran fundamental dalam membentuk identitas kota. Tanpa seni, Jakarta hanya kumpulan infrastruktur fisik tanpa jiwa. Kehadiran seni membuat kota lebih hidup, reflektif, dan humanis.

Hal ini diutarakan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno saat menghadiri pembukaan Dies Natalis ke-56 Institut Kesenian Jakarta di Auditorium IKJ, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat pada Senin, 17 April 2026.

"Jakarta tanpa seni hanyalah kumpulan beton. Namun, Jakarta dengan seni adalah kota yang punya jiwa, yang mampu mengingat, mengkritik, hingga menciptakan kembali dirinya,” tuturnya.

Menurutnya, usia 56 tahun IKJ bukan sekadar angka, tetapi bukti panjang kontribusi lembaga tersebut dalam melahirkan banyak tokoh seni Indonesia. Mulai dari aktor, sineas, pemusik, penari, perupa, hingga akademisi kreatif yang terus memperkaya wajah budaya Jakarta.

Ia menyebut IKJ sebagai “rahim kebudayaan” yang berperan besar dalam membentuk arah peradaban kota melalui karya-karya seni.

"Ia merekam jejak para seniman, aktor, perupa, sineas, pemusik, penari, peneliti, hingga mahasiswa dalam menghasilkan dan mendistribusikan karya yang mencerminkan peradaban kota," ujarnya.

Baca Juga: Pemprov DKI Raih Penghargaan Pemda Terbaik 2025 dari Kemendagri

Rano Karno. <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Rano Karno. (NTVNews.id/Adiansyah)

Baca Juga: Rano Karno Soroti Peran Ruang Kreatif Bagi Kota Global Berbudaya

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kata dia, memandang IKJ sebagai mitra strategis dalam membangun kota global yang tetap memiliki akar budaya kuat.

Dalam kesempatan itu, Rano juga menyoroti tema Dies Natalis tahun ini, yakni Creative Knowledge & Global Presence: Leading to Artprene. Menurutnya, seniman masa kini harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Kreativitas, lanjut dia, membutuhkan pengetahuan, riset, disiplin, keberanian, teknologi, jejaring luas, dan kepekaan sosial.

"Seniman hari ini tidak cukup hanya mencipta. Ia juga harus menjaga ekosistem dan memahami bahasa dunia tanpa kehilangan aksen kampung halamannya. Menjadi global tidak boleh membuat kita asing terhadap akar sendiri," ujarnya.

Rano Karno pun berharap dari IKJ akan lahir gagasan-gagasan baru yang mampu menjadikan Jakarta sebagai kota yang lebih berbudaya, terbuka, dan berani tampil di panggung dunia. Ia juga menegaskan bahwa seni sering kali menjadi medium paling jujur dalam merawat ingatan masyarakat, bahkan melebihi pidato para pejabat.

x|close