A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Negara-negara Teluk Tolak Tarif Iran di Selat Hormuz - Ntvnews.id

Negara-negara Teluk Tolak Tarif Iran di Selat Hormuz

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Apr 2026, 08:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) Ilustrasi - Selat Hormuz, Iran. (ANTARA/Anadolu/py.) (Antara)

Ntvnews.id, Taheran - Para pemimpin negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC) sepakat menolak segala bentuk pungutan tarif terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz. Mereka juga menyerukan agar jalur pelayaran di kawasan strategis tersebut tetap aman dan terbuka.

Dilansir dari Anadolu, Kamis, 30 April 2026, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz diketahui mengalami gangguan besar sejak pecahnya perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.

Kebijakan Teheran yang membatasi lalu lintas di jalur perairan penting itu mengguncang pasar energi dunia dan memicu kekhawatiran mengenai dampak ekonomi jangka panjang.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur vital yang biasa dilalui sekitar seperlima distribusi minyak dunia. Kawasan ini kini menjadi salah satu titik utama perselisihan terbaru antara Iran dan Amerika Serikat. Sebagai respons terhadap langkah Iran, militer AS memberlakukan blokade laut terhadap sejumlah pelabuhan Iran.

Baca Juga: Menteri Angkatan Laut AS Mundur di Tengah Ketegangan Selat Hormuz

Iran kemudian memperketat pengawasan di Selat Hormuz dengan mewajibkan kapal-kapal membayar tarif di muka. Pembayaran tersebut disebut harus dilakukan kepada Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menggunakan mata uang kripto atau yuan China.

Dalam pertemuan konsultatif yang digelar di Jeddah, para pemimpin GCC menegaskan penolakan terhadap kebijakan pungutan tarif tersebut.

Sekretaris Jenderal GCC, Jasem Mohamed Albudaiwi, mengatakan negara-negara Teluk juga menolak penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan menyebut langkah itu sebagai tindakan "ilegal".

Albudaiwi menambahkan bahwa para pemimpin GCC telah memerintahkan percepatan pembangunan jaringan pipa minyak dan gas bersama, sekaligus membentuk sistem peringatan dini untuk menghadapi ancaman rudal balistik di kawasan.

Ilustrasi - Kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran, yang dirilis pada 21 Juli 2019. ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa. <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Kapal tanker minyak Inggris Stena Impero dikelilingi oleh kapal cepat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Selat Hormuz, Iran, yang dirilis pada 21 Juli 2019. ANTARA/Xinhua/HO-ISNA/Morteza Akhoundi/aa. (Antara)

Sikap GCC tersebut muncul setelah Wakil Ketua Parlemen Iran, Hamidreza Hajibabaei, mengungkap bahwa pemerintah Iran telah menerima pemasukan pertama dari tarif kapal yang melintasi Selat Hormuz.

"Pendapatan pertama yang diterima dari tol Selat Hormuz telah disetorkan ke rekening Bank Sentral," kata Hajibabaei, seperti dikutip kantor berita Tasnim dan dilansir AFP.

Namun, Hajibabaei tidak mengungkap nilai pendapatan yang berhasil dikumpulkan Iran dari kebijakan tersebut.

Sejumlah media Iran lainnya turut memberitakan pernyataan serupa tanpa memberikan rincian tambahan terkait nominal pemasukan yang diterima pemerintah Teheran.

x|close