Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan apresiasi terhadap peran aktif Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam membantu pengendalian inflasi sekaligus menjaga stabilitas nasional.
Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 29 April 2026, Tito menilai TNI memiliki struktur organisasi yang kuat hingga ke tingkat daerah, sehingga berperan strategis dalam mendukung kebijakan pemerintah.
“Inflasi ini saya kira sangat perlu diketahui oleh kita semua, anak-anak bangsa, apalagi jajaran TNI yang merupakan salah satu pilar utama Indonesia. Tidak banyak instansi vertikal yang memiliki organisasi yang sangat rapi, yang sudah well established dari pusat sampai dengan ke desa-desa [seperti TNI],” kata Tito.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pengarahan Apel Komandan Satuan TNI Tahun 2026 yang berlangsung di Universitas Pertahanan.
Baca Juga: Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Waspada Inflasi dan Krisis Global
Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan berbagai survei, mayoritas masyarakat Indonesia menjadikan biaya hidup sebagai perhatian utama, bahkan melampaui isu lainnya.
Hal ini menunjukkan bahwa stabilitas harga memiliki dampak langsung terhadap kondisi sosial masyarakat.
Dalam konteks tersebut, Tito menekankan pentingnya pengendalian inflasi karena berkaitan erat dengan stabilitas sosial dan ekonomi.
Ia menegaskan bahwa keterlibatan seluruh unsur pemerintah, baik pusat maupun daerah, termasuk Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), menjadi sangat penting.
“Inflasi penting untuk menjaga ketahanan nasional kita dari infiltrasi atau tekanan dari luar negeri. Kita mungkin tahu bahwa di dalam politik internasional, ini masalah survival bangsa. Menjaga inflasi adalah survival bangsa,” ujarnya.
Tito juga menjelaskan bahwa selama ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bersama berbagai kementerian dan lembaga, termasuk TNI, rutin menggelar Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah guna memantau perkembangan harga dan kondisi inflasi di berbagai wilayah.
Ia memaparkan empat kategori inflasi berdasarkan tingkat keparahannya, yaitu inflasi ringan (di bawah 10 persen per tahun), inflasi sedang (10–30 persen), inflasi berat (30–100 persen), dan hiperinflasi (di atas 100 persen).
“Kalau terjadi di atas 100 persen, itu disebutkan hyperinflation. Itu artinya semua sendi ekonomi sudah rontok. Kekacauan sudah terjadi. Distribusi barang semua rebut-rebutan. Dan kemudian ... nilai tukar uang itu sudah melambung tinggi,” kata Tito.
Menurutnya, kondisi inflasi di Indonesia saat ini masih relatif terkendali.
Hal tersebut didukung oleh capaian swasembada beras serta stabilnya harga sejumlah bahan pokok.
Baca Juga: TNI Kuasai Markas OPM yang Sempat Serang Tito Karnavian
Ia juga mengapresiasi berbagai kontribusi TNI dalam pengendalian inflasi, seperti pelaksanaan pasar murah, program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), hingga kegiatan penanaman jagung.
“Kemudian juga peran TNI untuk gerakan tanam, itu terasa sekali dan itu membuat harga-harga turun. Dan mudah-mudahan kita bisa jaga, karena ini untuk kepentingan satu, menjaga bukan hanya kesejahteraan rakyat tapi menjaga situasi stabilitas kamtibmas dalam negeri,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Panglima TNI Agus Subiyanto, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto, serta Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita.
(Sumber: Antara)
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian berikan sambutan dalam Apel Komandan Satuan TNI Tahun 2026 di Universitas Pertahanan, Sentul, Bogor, Jawa Barat. (ANTARA/HO-Kemendagri) (Antara)