Kemlu Pastikan 4 ABK WNI Korban Pembajakan di Somalia Dalam Kondisi Baik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Apr 2026, 15:05
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Keluarga salah satu awak yang menjadi korban pembajakan kapal MT Honour 25 di Somalia menunjukkan foto korban kepada wartawan di Gowa, Sulawesi Selatan. ANTARA. Arsip foto - Keluarga salah satu awak yang menjadi korban pembajakan kapal MT Honour 25 di Somalia menunjukkan foto korban kepada wartawan di Gowa, Sulawesi Selatan. ANTARA. (Antara)

Ntvnews.id , Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan empat anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia yang menjadi korban pembajakan kapal MT Honour 25 di perairan Somalia berada dalam kondisi baik.

Pemerintah juga menegaskan bahwa proses penanganan kasus tersebut masih terus berlangsung dengan koordinasi intensif bersama berbagai pihak terkait.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, dalam taklimat media di Jakarta, Kamis (30 April 2026), menyampaikan bahwa informasi terbaru diperoleh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Nairobi.

"Berdasarkan informasi yang diperoleh KBRI Nairobi dari otoritas di Somalia, sejauh ini para ABK WNI yang berada pada kapal tersebut dalam kondisi baik," ujarnya.

Baca Juga: Korupsi Labkesda Bengkulu, Eks Kadinkes Divonis 1 Tahun 4 Bulan

Lebih lanjut, Heni menjelaskan bahwa KBRI Nairobi terus menjalin komunikasi aktif dengan otoritas di Somalia sejak insiden pembajakan yang terjadi pada 22 April 2026 di perairan sekitar Hafun.

Penanganan kasus ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari otoritas setempat, tokoh masyarakat, hingga pihak pelaku usaha, dengan prioritas utama pada keselamatan para ABK WNI.

Kapal MT Honour 25 diketahui diawaki oleh total 16 orang, terdiri atas empat ABK asal Indonesia, 10 ABK asal Pakistan, serta masing-masing satu ABK dari India dan Myanmar.

Selain upaya penanganan di luar negeri, Kemlu juga memperkuat koordinasi dengan instansi terkait di dalam negeri guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

"Terutama penguatan data para ABK WNI yang bekerja di luar negeri karena pendataan ini menjadi sangat penting ketika terjadi sesuatu terhadap para ABK WNI tersebut," kata Heni.

Baca Juga: Mengerikan! Dua ABK Tewas Dikeroyok dan Dibakar di Denpasar

Ia menambahkan bahwa pemerintah terus mengoptimalkan kerja sama bilateral, regional, dan multilateral, serta mendorong para ABK WNI untuk bekerja melalui jalur resmi demi meminimalkan risiko.

Sebelumnya, pada 26 April 2026, keluarga korban telah meminta pemerintah, termasuk Presiden Prabowo Subianto, untuk segera mengambil langkah konkret guna menjamin keselamatan para ABK.

Diketahui, keempat ABK WNI tersebut berasal dari Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

(Sumber: Antara)

x|close