Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara resmi meresmikan dimulainya pembangunan 13 proyek hilirisasi nasional tahap kedua pada Rabu, 29 April 2026. Proyek strategis ini merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang telah meluncurkan 18 proyek pada Februari lalu.
Dengan total nilai investasi yang fantastis mencapai Rp116 triliun berdasarkan data Sekretariat Negara, langkah ini diambil untuk memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pengolahan sumber daya alam langsung di tanah air.
Proyek-proyek tersebut tersebar luas dari barat hingga timur Indonesia, mencakup berbagai sektor vital. Di sektor energi dan migas, fokus diberikan pada fasilitas kilang bensin di Dumai dan Cilacap, serta pembangunan tangki operasional BBM di Palaran (Kaltim), Maumere (NTT), dan Biak (Papua).
Selain itu, terdapat inovasi energi melalui produksi bahan bakar alternatif Dimethyl Ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatera Selatan, yang memiliki kapasitas produksi hingga 1,4 juta ton per tahun.
Berikut Infografiknya:
Presiden Prabowo Subianto meresmikan dimulainya pembangunan 13 proyek hilirisasi nasional tahap kedua yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, Rabu (29/4). (Antara)
(Sumber: Antara)
Presiden Prabowo Subianto meresmikan dimulainya pembangunan 13 proyek hilirisasi nasional tahap kedua yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, Rabu (29/4). (Antara)