A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Exco PSSI Harap Kericuhan Suporter Persipura Jadi yang Terakhir - Ntvnews.id

Exco PSSI Harap Kericuhan Suporter Persipura Jadi yang Terakhir

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mei 2026, 21:09
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Exco PSSI Arya Sinulingga saat ditemui pewarta di Jakarta, Senin 11 Mei 2026. (ANTARA/FAJAR SATRIYO) Exco PSSI Arya Sinulingga saat ditemui pewarta di Jakarta, Senin 11 Mei 2026. (ANTARA/FAJAR SATRIYO) (Antara)

Ntvnews.id , Jakarta - Anggota Komite Eksekutif PSSI, Arya Sinulingga, berharap kericuhan suporter usai pertandingan play-off Pegadaian Championship antara Persipura dan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Jumat, 8 Mei 2026, menjadi insiden terakhir dalam sepak bola Indonesia.

“Kami harap (kericuhan) ini terakhirlah jangan ada yang merugikan semua, sepak bola kita merugikan semua, ini kan FIFA juga pasti memantau lagi. Gimana mau dipercaya FIFA, kalau kita ada hal-hal seperti itu?” kata Arya Sinulingga kepada pewarta di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Kericuhan terjadi setelah Persipura Jayapura kalah 0-1 dari Adhyaksa FC. Hasil tersebut membuat tuan rumah gagal promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional.

Baca Juga: PSSI Buka Suara Soal Kericuhan Usai Laga Persipura vs Adhyaksa

Kekalahan itu memicu emosi suporter tuan rumah yang kemudian turun dari tribun dan masuk ke lapangan, sehingga situasi berubah menjadi kericuhan yang meluas di area Stadion Lukas Enembe.

“Kami selalu himbau, sedih juga kok bisa sampai rusuh, kita bilang selalu suporter menjaga, kita enggak mau away salah satunya itu. Kecewa oke, tapi jangan sampai membuat kerusuhan seperti itu. Enggak sehat sepak bolanya,” kata Arya.

Baca Juga: Kerusuhan Suporter Kembali Terjadi, DPR Minta Pengurus PSSI Diganti

Sebelumnya, PSSI menyatakan akan mengambil langkah tegas atas insiden tersebut karena sepak bola Indonesia masih berada dalam pengawasan ketat FIFA setelah Tragedi Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.

Dalam laporan terkait kejadian tersebut, kepolisian disebut telah menangkap 14 orang yang diduga terlibat dalam kericuhan.

Selain itu, dilaporkan pula 25 kendaraan dibakar dan dirusak, serta 27 sepeda motor dinyatakan hilang akibat insiden tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close