Tak Jadi Carter Pesawat, Uruguay Pulangkan Pemainnya Gunakan Pesawat Komersil dari Usai Kalah Piala Dunia 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jun 2026, 07:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Timnas URUGUAY Timnas URUGUAY (IG timnas URUGUAY)

Ntvnews.id, Jakarta - Nasib Timnas Uruguay di Piala Dunia 2026 berakhir dengan kekecewaan besar. Tim berjuluk La Celeste itu harus angkat koper lebih cepat setelah gagal melaju ke fase gugur usai hanya finis di posisi ketiga klasemen akhir Grup H.

Skuad asuhan Marcelo Bielsa hanya mampu mengumpulkan dua poin dari tiga pertandingan. Hasil tersebut membuat Uruguay tidak hanya gagal lolos langsung ke babak berikutnya, tetapi juga tersingkir dari persaingan peringkat ketiga terbaik.

Kegagalan di turnamen yang berlangsung di Amerika Utara itu memaksa Darwin Nunez dan rekan-rekannya kembali ke Uruguay lebih awal dari yang diperkirakan. Namun, perjalanan pulang mereka disebut-sebut juga mengalami kendala.

Menurut laporan Yahoo Sports yang mengutip media Uruguay, Tenfield, kekecewaan atas performa Uruguay di Piala Dunia 2026 ternyata tidak berhenti di lapangan. Federasi Sepak Bola Uruguay (AUF) dilaporkan membatalkan penerbangan sewaan yang sebelumnya disiapkan untuk membawa para pemain dari markas tim di Meksiko menuju Montevideo.

"Sebagai gantinya, para pemain harus menggunakan penerbangan komersial untuk pulang atau pergi berlibur bersama keluarga mereka," tulis pemberitaan tersebut.

Keputusan tersebut menambah panjang daftar kekecewaan yang dirasakan publik sepak bola Uruguay setelah kegagalan tim nasional mereka tampil kompetitif di turnamen terbesar dunia itu.

Baca Juga: Uruguay Angkat Koper dari Piala Dunia 2026, Kalah Tipis dari Spanyol

Sebagai negara yang pernah dua kali menjuarai Piala Dunia dan memiliki reputasi kuat di sepak bola Amerika Latin, Uruguay sejatinya diprediksi mampu melangkah jauh. Apalagi, mereka diperkuat sejumlah pemain yang merumput di liga-liga elite Eropa.

Bergabung di Grup H bersama Spanyol, Arab Saudi, dan Tanjung Verde, Uruguay awalnya dianggap sebagai salah satu favorit lolos ke fase gugur. Namun, kenyataan di lapangan berbicara lain.

Uruguay mengawali turnamen dengan hasil imbang 1-1 melawan Arab Saudi. Pada laga kedua, mereka kembali gagal meraih kemenangan setelah ditahan debutan Piala Dunia, Tanjung Verde, dengan skor 2-2.

Pada pertandingan penentuan, Uruguay justru harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor tipis 0-1. Hasil tersebut memastikan langkah mereka terhenti di fase grup.

Ironisnya, tiket ke babak 32 besar justru berhasil diamankan Tanjung Verde, yang selanjutnya dijadwalkan menghadapi juara bertahan Argentina.

Pelatih Uruguay, Marcelo Bielsa, tidak menutupi rasa kecewanya atas kegagalan timnya. Pelatih berusia 70 tahun itu bahkan mengaku merasa bersalah karena tidak mampu membawa Uruguay meraih hasil positif di Piala Dunia 2026.

Uruguay vs Tanjung Verde <b>(IG: Tanjung Verde)</b> Uruguay vs Tanjung Verde (IG: Tanjung Verde)

"Apa yang saya berikan kepada sepak bola Uruguay adalah nol, karena kontribusi apa pun yang diberikan pelatih kepada tim nasional selama tiga tahun menjadi sia-sia tanpa hasil positif," ujar Bielsa.

Mantan pelatih Timnas Argentina tersebut juga menilai dirinya gagal meninggalkan warisan berarti bagi tim yang dihuni sejumlah pemain berkualitas.

"Saya tidak perlu bicara lebih jauh soal performa kami di Piala Dunia. Jika Anda bertanya bagaimana mereka akan mengenang saya, mereka akan mengenang saya sebagai sosok yang tidak meninggalkan apa pun," jelas eks pelatih Argentina.

Kegagalan Uruguay di Piala Dunia 2026 menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen, mengingat status mereka sebagai salah satu kekuatan tradisional sepak bola dunia. Situasi tersebut diperkirakan akan memicu evaluasi besar-besaran terhadap masa depan tim nasional Uruguay, termasuk posisi Marcelo Bielsa sebagai pelatih kepala.

x|close