Ntvnews.id, Jakarta - Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan polemik mengenai penangguhan hukuman penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, diputus sepenuhnya oleh badan yudisial FIFA yang bekerja secara independen.
Pernyataan tersebut disampaikan Infantino sebagai tanggapan atas sorotan terhadap keputusan yang membuat Balogun tetap dapat memperkuat Amerika Serikat saat menghadapi Belgia pada babak 16 besar 2026 FIFA World Cup.
"Badan yudisial FIFA bekerja secara independen tanpa campur tangan pihak mana pun. Independensi mereka sangat penting bagi kredibilitas dan integritas sepak bola, dan hal itu harus selalu dihormati," ujar Infantino, seperti dikutip dari FIFA Media, Selasa, 7 Juli 2026.
Ia menjelaskan bahwa setiap perkara disiplin diputus berdasarkan Kode Disiplin FIFA, regulasi yang berlaku, serta fakta-fakta yang ditemukan dalam setiap kasus.
Baca Juga: Trump Telepon Presiden FIFA, Kartu Merah Pemain AS Folarin Balogun Langsung Dibatalkan
Infantino juga membenarkan bahwa dirinya menerima sambungan telepon dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait kasus Balogun. Namun, ia memastikan komunikasi tersebut tidak memengaruhi proses pengambilan keputusan.
"Saya memang menerima telepon dari Presiden Donald Trump, sebagaimana saya juga menerima telepon dari kepala negara, pejabat pemerintah, dan para pemangku kepentingan sepak bola dari berbagai belahan dunia," tutur Infantino.
Kepada Trump, lanjutnya, ia menjelaskan bahwa perkara Balogun sedang ditangani oleh badan yudisial FIFA yang independen dan hasil akhirnya akan ditentukan sesuai prosedur yang berlaku.
"Begitulah sistem FIFA bekerja, dan prinsip itu akan selalu saya junjung tinggi," tegasnya.
Baca Juga: Presiden FIFA Gianni Infantino Dituduh Langgar Kode Etik Usai Beri Trump Penghargaan
Sebelumnya, keputusan Komite Disiplin FIFA yang menangguhkan hukuman larangan bermain satu pertandingan untuk Balogun menuai keberatan dari Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA).
Meski demikian, FIFA menolak gugatan yang diajukan RBFA dengan alasan federasi tersebut tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan banding dalam perkara disiplin tersebut.
Infantino mengakui dirinya tidak selalu memiliki pandangan yang sama dengan setiap keputusan Komite Disiplin FIFA. Walau begitu, ia menegaskan tetap menghormati seluruh putusan yang telah ditetapkan.
"Terkadang saya setuju, terkadang saya tidak setuju. Namun, saya selalu menghormati keputusan tersebut dan otonomi badan yang membuatnya," kata Infantino.
Menurut Infantino, penghormatan terhadap independensi lembaga serta supremasi hukum menjadi fondasi utama dalam menjaga integritas kompetisi dan mempertahankan kredibilitas FIFA.
(Sumber: Antara)
Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan keterangan kepada wartawan pada sehari menjelang pembukaan Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca, Mexico City, Meksiko, Rabu (10/6/2026). Gianni mengapresiasi kesiapan pemerintah Meksiko dalam mempersiapkan Piala Dunia 2026 dan menanggapi sejumlah isu yang berkembang seperti keikutsertaan Timnas Iran hingga persoalan VISA. (Antara)