Ntvnews.id,Yogyakarta - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) menyiapkan langkah jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sepak bola nasional melalui pembangunan pusat latihan tim nasional (timnas) kelompok usia dini di sejumlah daerah. Program tersebut ditujukan untuk mencetak talenta-talenta muda yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir di Yogyakarta, Rabu, 9 Juli 2026, mengatakan bahwa pembinaan pemain usia dini telah dimulai dengan pengembangan kelompok usia di bawah 13 tahun (U-13) dan di bawah 15 tahun (U-15) yang berada di bawah arahan Direktur Teknik PSSI Alex Zwiers bersama jajaran pelatih kelompok umur.
"Nanti di bawah technical director Alex dan struktur dibawahnya yang coaching U-17 dan U-15 itu akan punya formula tersendiri," kata Erick.
Menurut Erick, pembinaan sejak usia muda menjadi fondasi penting agar Indonesia memiliki regenerasi pemain yang siap bersaing di level dunia. Ia menilai pembinaan yang baru dimulai pada kelompok usia U-20 maupun U-23 akan terlambat.
"Karena kalau kita hanya fokus di U-20 dan U-23, (nanti) telat," ujar Erick.
Baca Juga: PSSI Sebut Naturalisasi Luke Vickery dan Mitchell Baker untuk Kejar Peringkat 50 Besar FIFA
Ia menjelaskan bahwa negara-negara yang mampu tampil kompetitif di Piala Dunia telah lebih dahulu membangun sistem pembinaan sejak usia dini. Karena itu, Indonesia juga harus menerapkan pendekatan serupa agar tidak tertinggal dari negara lain.
"Kita bisa lihat (umur) para (pemain) peserta Asia di Piala Dunia dan kita bisa lihat dominasi (pemain muda) di Eropa," kata Erick.
Menurutnya, pembinaan pada kelompok usia U-13 dan U-15 diharapkan dapat melahirkan pemain-pemain berkualitas yang nantinya memiliki peluang berkarier di kompetisi Eropa, seperti yang telah dilakukan sejumlah negara Asia.
"Artinya kalau kita dari usia U-13 dan U-15 bisa mengeluarkan bibit bagus dan bisa bermain di Eropa, ini bisa jadi asuransi seperti tim di Jepang yang pemainnya banyak main di Eropa," ujar Erick.
Baca Juga: Erick Thohir Buka Peluang Suporter Away Kembali Hadir di Liga Indonesia
Ia menambahkan, program tersebut merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya diperkirakan baru akan terlihat dalam kurun waktu sekitar 10 tahun mendatang.
Untuk target jangka pendek, PSSI berencana mulai merealisasikan pembangunan pusat latihan tim nasional kelompok usia U-13 dan U-15 di berbagai daerah dalam satu hingga dua tahun ke depan.
"Kami PSSI dalam jangka 1-2 tahun ke depan akan mulai membangun pusat latihan tim nasional di daerah yang usianya di bawah U-13 dan U-15," katanya.
Erick menilai langkah tersebut juga selaras dengan keputusan FIFA yang akan menggelar kejuaraan dunia untuk kelompok usia U-15. Karena itu, Indonesia harus segera memperkuat sistem pembinaan pemain sejak usia dini.
"Artinya kalau semua negara sudah berinvestasi di kelompok umur yang lebih muda, sedangkan kita asyik sendiri di senior terus, kita akan tertinggal," ujarnya.
Baca Juga: PSSI Pastikan Tanggung Biaya Akomodasi Peserta Piala AFF U-19 2026
Ia menegaskan, pelaksanaan program tersebut membutuhkan kolaborasi antara PSSI, pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya. Pasalnya, penyediaan fasilitas latihan berada di wilayah masing-masing daerah.
"Nanti kita lihat, karena ini tidak hanya komitmen PSSI tetapi juga pemerintah pusat dan daerah karena fasilitas kan pasti ada di daerah, PSSI kan punya programnya, Jogja ada potensi, tapi tergantung pemda dan dukungan stakeholder lainnya," demikian Erick.
(Sumber: Antara)
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum PSSI Erick Thohir saat menyaksikan pertandingan semifinal Liga 4 Nasional 2026 antara Pasuruan United melawan Persinga Ngawi di Stadion Mandalakrida, Yogyakarta, Rabu, 8 Juli 2026 (Antara)