Infografik: Deretan Pelatih Liga Elite Eropa yang Dipecat pada Musim 2025/2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Jan 2026, 13:45
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menangani klub di liga elite Eropa identik dengan tekanan tinggi dan tuntutan capaian prestasi. Sepanjang musim 2025/2026, kegagalan dalam memenuhi ekspektasi tersebut memaksa sejumlah pelatih menanggalkan jabatan mereka lebih awal. Menangani klub di liga elite Eropa identik dengan tekanan tinggi dan tuntutan capaian prestasi. Sepanjang musim 2025/2026, kegagalan dalam memenuhi ekspektasi tersebut memaksa sejumlah pelatih menanggalkan jabatan mereka lebih awal. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Tekanan tinggi dan tuntutan prestasi membuat sejumlah klub elite Eropa mengambil keputusan tegas dengan memecat pelatih mereka sepanjang musim 2025/2026. Kegagalan memenuhi target kompetitif menjadi faktor utama berakhirnya masa jabatan para juru taktik tersebut, bahkan sebagian harus angkat kaki lebih awal dari kontrak yang telah disepakati.

Di Real Madrid, Xabi Alonso resmi meninggalkan kursi pelatih setelah memimpin tim selama 225 hari. Ia menangani Los Blancos sejak 6 Januari 2025 hingga 12 Januari 2026 dengan total 34 pertandingan. Manajemen klub kemudian menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pengganti.

Manchester United juga melakukan pergantian pelatih dengan mengakhiri kerja sama bersama Ruben Amorim. Amorim menukangi Setan Merah selama 420 hari sejak 11 November 2024 hingga 5 Januari 2026 dan mencatatkan 63 pertandingan. Michael Carrick ditunjuk sebagai pelatih interim untuk mengisi kekosongan tersebut.

Baca Juga: Manchester United Tunjuk Michael Carrick sebagai Pelatih Sementara

Chelsea mengambil langkah serupa setelah memutus kontrak Enzo Maresca. Meski sempat mempersembahkan gelar Juara Liga Konferensi UEFA 2024/2025 dan Juara FIFA Club World Cup 2024/2025, Maresca tetap dilepas usai mendampingi The Blues selama 549 hari sejak 1 Juli 2024 hingga 1 Januari 2026 dengan total 92 pertandingan. Posisi pelatih kemudian diisi oleh Liam Rosenior.

Di Italia, Juventus menghentikan kerja sama dengan Igor Tudor setelah 218 hari masa kepemimpinan, terhitung sejak 23 Maret 2025 hingga 27 Oktober 2025. Selama periode tersebut, Tudor hanya memimpin tiga pertandingan sebelum digantikan oleh Luciano Spalletti.

Bayer Leverkusen juga melakukan pergantian pelatih dengan memecat Erik Ten Hag. Ia menangani klub Jerman itu selama 62 hari sejak 1 Juli 2025 hingga 1 September 2025 dan memimpin tiga pertandingan. Manajemen menunjuk Kasper Hjulmand sebagai pengganti.

West Ham United mengakhiri masa jabatan Graham Potter setelah 261 hari menukangi tim, sejak 9 Januari 2025 hingga 27 September 2025, dengan catatan 25 pertandingan. Klub asal London tersebut kemudian menunjuk Nuno Espirito Santo sebagai pelatih baru.

Baca Juga: Diperkenalkan PSSI sebagai Pelatih Baru Timnas Indonesia, John Herdman: Ini Pengalaman Baru

Sementara itu, Atalanta berpisah dengan Ivan Juric yang memimpin tim selama 157 hari dari 6 Juni 2025 hingga 10 November 2025 dengan total 15 pertandingan. Raffaele Palladino dipercaya menggantikan posisinya.

Real Sociedad juga melakukan pergantian pelatih dengan memecat Sergio Francisco setelah 166 hari masa kepemimpinan, sejak 1 Juli 2025 hingga 14 Desember 2025, dengan catatan 18 pertandingan. Kursi pelatih kemudian diserahkan kepada Pellegrino Matarazzo.

Deretan pemecatan ini menegaskan bahwa kompetisi di liga-liga elite Eropa menuntut konsistensi dan hasil instan. Ketika target tak tercapai, pergantian pelatih kerap menjadi opsi utama demi menjaga ambisi klub.

Berikut Infografiknya: 

Menangani klub di liga elite Eropa identik dengan tekanan tinggi dan tuntutan capaian prestasi. Sepanjang musim 2025/2026, kegagalan dalam memenuhi ekspektasi tersebut memaksa sejumlah pelatih menanggalkan jabatan mereka lebih awal. <b>(Antara)</b> Menangani klub di liga elite Eropa identik dengan tekanan tinggi dan tuntutan capaian prestasi. Sepanjang musim 2025/2026, kegagalan dalam memenuhi ekspektasi tersebut memaksa sejumlah pelatih menanggalkan jabatan mereka lebih awal. (Antara)

x|close