Ntvnews.id, Jakarta - Polemik panas mewarnai penentuan juara Piala Afrika 2025. Federasi Sepak Bola Senegal resmi mengajukan banding ke Court of Arbitration for Sport (CAS) di Lausanne, Swiss, setelah keputusan kontroversial dari Confederation of African Football (CAF) yang menetapkan Maroko sebagai juara.
Langkah ini diambil setelah CAF mencabut kemenangan Senegal dan justru memberikan gelar kepada Maroko, meski sebelumnya Senegal menang 1-0 di partai final.
Laga final yang digelar pada 18 Januari 2026 di Stadion Prince Moulay Abdellah, Rabat, awalnya dimenangkan Senegal dengan skor tipis 1-0 atas Maroko.
Baca Juga: Barcelona Melaju ke Perempat final setelah kalahkan Newcastle 7-2
Namun, situasi berubah drastis setelah tim Senegal melakukan aksi walk out sebagai bentuk protes terhadap keputusan di lapangan. Insiden ini berujung pada sanksi dari CAF yang menyatakan Senegal kalah 0-3 secara default, sekaligus mengesahkan Maroko sebagai juara AFCON 2025.
Sekretaris Jenderal Federasi Sepak Bola Senegal, Abdoulaye Seydou, menyebut keputusan tersebut sebagai sesuatu yang tidak masuk akal dan merusak citra sepak bola Afrika.
Baca Juga: Barcelona antisipasi Permainan fisik Newcastle United
"Keputusan yang tidak adil, belum pernah terjadi sebelumnya dan tidak dapat diterima. Itu mencoreng nama baik sepak bola Afrika. Keputusan tersebut merupakan pelanggaran kepercayaan yang tidak didasarkan pada aturan hukum apapun," katanya.
Ia juga menilai keputusan ini telah mencederai kepercayaan publik terhadap integritas kompetisi sepak bola di Afrika.
Sebagai respons, Senegal kini membawa kasus ini ke CAS, lembaga arbitrase olahraga tertinggi di dunia, untuk mencari keadilan. Abdoulaye Seydou menegaskan bahwa perjuangan belum berakhir dan Senegal akan terus memperjuangkan haknya hingga keputusan yang dianggap adil dapat ditegakkan.
"Kami tidak akan berhenti sampai disini. Hukum ada di pihak kami. Perjuangan masih jauh dari selesai, Senegal akan membela hak-haknya sampai akhir," tegasnya.
(Sumber: Antara)
Timnas Senegal menjuarai Piala Afrika 2025. (IG SENEGAL)