Atlet Angkat Berat Wahyu Surya Batal Tampil di Kejuaraan Dunia, Diminta Pabersi Uang Jaminan Rp339 Juta

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Apr 2026, 20:58
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wahyu Surya Wahyu Surya (Instagram @__wahyusurya)

Ntvnews.id, Jakarta - Atlet angkat berat asal Buleleng, Bali, Wahyu Surya terpaksa membatalkan keikutsertaannya di ajang dunia setelah diminta membayar uang jaminan sebesar Rp339 juta.

Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Wahyu mengungkapkan bahwa dirinya diminta menyediakan dana sebesar US$20 ribu atau sekitar Rp339 juta sebagai syarat keberangkatan ke 2026 IPF World Classic Open Championships di Druskininkai, Lithuania.

Menurutnya, dana tersebut diminta oleh pengurus Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia (Pabersi) sebagai jaminan jika terjadi denda selama kompetisi.

"Karena dari pengurus tidak ada dana untuk membayar itu. dan apabila saya tidak terjadi apa apa maka uang itu akan di kembalikan. jika saya mau berangkat dunia maka harus membayar jaminan itu ke pengurus bali. itu menjadi syarat utama. uang sebanyak itu dari mana," tulis Wahyu di akun Instagram @__wahyusurya, dikutip Rabu, 8 April 2026.

Tak hanya batal bertanding, Wahyu juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap situasi yang dihadapi. Ia merasa perjuangannya selama ini menjadi sia-sia. Ia bahkan menyebut bahwa dirinya kini diprioritaskan hanya untuk tampil di ajang Pra-PON dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas), bukan di level dunia.

Wahyu Surya <b>(Instagram @__wahyusurya)</b> Wahyu Surya (Instagram @__wahyusurya)

Baca Juga: Prediksi Liga Champions: Barcelona vs Atletico Madrid

"Kata pengurus, tenaga saya dipersiapkan untuk prapon dan kejurnas. saya sedih. percuma saya latihan mempersiapkan kompetisi ini. Sekarang memegang bar dan caltbrate plate pun jadi malas. Saya kalah dengan keadaan bukan di angkatan. semoga tuhan memberikan jalan yang terbaik," ungkapnya lagi.

Dalam unggahan berikutnya, Wahyu tampak menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Ia mengakui bahwa pernyataannya sebelumnya dipengaruhi emosi sesaat.

Ia juga mengungkap bahwa ada beberapa atlet lain yang tidak direkomendasikan untuk berangkat, serta mengaku telah mendapatkan penjelasan dari pihak terkait.

"Sebelumnya saya meminta maaf atas kegaduhan di akun saya. Mungkin karena saya dalam keadaan emosi tidak diberangkatkan. Ada empat orang yang tidak direkomendasikan, bukan saya saja. Setelah dijelaskan mengapa saya tidak diberangkatkan, saya jadi mengerti. Ini bukan mengenai hal uang atau jaminan, tetapi federasi punya alasan sendiri. Saya akan latihan lebih keras lagi," tulisnya.

Menanggapi polemik tersebut, Sekretaris Umum Pabersi Buleleng, I Ketut Widhi Sandiada membenarkan memang adanya dana jaminan, namun menegaskan bahwa hal itu bukan pungutan liar.

I Ketut Widhi Sandiada <b>(Instagram @konibuleleng.official)</b> I Ketut Widhi Sandiada (Instagram @konibuleleng.official)

Menurutnya, dana tersebut berkaitan dengan antisipasi sanksi doping dari World Anti-Doping Agency (WADA).

"Tidak ada pungli. Dana itu untuk jaminan tes doping ya. (Uang) itu hanya dititipkan di Pemprov. Nanti kalau misal enggak ada (sanksi), akan dikembalikan lagi," ujar Widhi di akun Instagram resmi Pabersi Buleleng.

Kemudian pada unggahan terbaru, Wahyu kembali menyuarakan kekecewaannya. Ia merasa peluangnya untuk meraih prestasi dunia, bahkan menembus podium International Powerlifting Federation, harus tertunda.

"Selangkah lagi, nimpi saya yaitu tercapai menjadi juara satu International Powerlifting Federation di kelas 59 kilogram dan tembus Sheffield. Tetapi, mimpi saya itu dipatahkan oleh negara saya sendiri. Saya sangat kecewa," ucapnya.

Ia juga menyoroti sejumlah kebijakan dalam pembinaan atlet, mulai dari prioritas pendanaan hingga aturan kompetisi yang dinilai belum konsisten.

Meski demikian, Wahyu tetap menunjukkan tekad untuk bangkit dan berharap adanya perbaikan dalam sistem olahraga, khususnya angkat berat di Indonesia.

x|close