Penjualan BYD Turun 8 Bulan Beruntun, Ekspor Justru Cetak Rekor di April 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Mei 2026, 13:33
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi. Produsen mobil China, BYD, turut berpartisipasi di pameran otomotif GJAW 2025 pada 21-30 November, di ICE BSD City, Tangerang, Banten. (Foto: Adiantoro/NTV) Ilustrasi. Produsen mobil China, BYD, turut berpartisipasi di pameran otomotif GJAW 2025 pada 21-30 November, di ICE BSD City, Tangerang, Banten. (Foto: Adiantoro/NTV)

Ntvnews.id, Jakarta - Produsen mobil listrik asal China, BYD, masih menghadapi tekanan setelah mencatat penurunan penjualan secara tahunan selama delapan bulan berturut-turut hingga April 2026.

Pada April, BYD membukukan penjualan 314.100 kendaraan penumpang, turun 15,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Meski begitu, angka ini menunjukkan kenaikan 6,2% dibanding Maret, saat perusahaan yang berbasis di Shenzhen tersebut menjual 295.639 unit.

Mengutip CarNewsChina, Sabtu (2/5/2026), kinerja April mencerminkan adanya pemulihan bertahap setelah perlambatan akibat libur Tahun Baru Imlek. 

Namun secara tahunan, tren penjualan BYD masih tertekan. Penurunan ini berlangsung konsisten sejak September 2025, setelah sempat mencatat pertumbuhan tipis pada Juli dan Agustus tahun lalu.

Di tengah melemahnya pasar domestik, BYD justru mencetak rekor penjualan luar negeri. Pada April, ekspor kendaraan penumpang dan pikap mencapai 134.542 unit, melonjak 70,9% dibandingkan tahun sebelumnya. 

Penjualan internasional kini berkontribusi 42,8% terhadap total volume, menegaskan pentingnya pasar global bagi pertumbuhan BYD.

Secara kumulatif, dari Januari hingga April 2026, BYD menjual 1.003.039 kendaraan penumpang, turun 26,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. 

Baca Juga: Viral Keluhan Konsumen di Showroom BYD Bali, Denza BIPO Denpasar Beri Klarifikasi hingga Layangkan Somasi

Sebaliknya, penjualan luar negeri mencapai 455.707 unit, naik signifikan 59,8%. BYD sendiri menargetkan penjualan ekspor sebesar 1,5 juta unit pada tahun 2026.

Jika dihitung secara keseluruhan, termasuk kendaraan komersial dan bus, total penjualan BYD pada April mencapai 321.123 unit.

Dari sisi merek, lini utama BYD yang mencakup seri Dynasty dan Ocean mencatat penjualan 273.448 unit, turun 21,2% secara tahunan. 

Sementara itu, merek off-road Fang Cheng Bao mencatat lonjakan tajam hingga 190,2% menjadi 29.138 unit. Sebaliknya, merek premium Denza mengalami penurunan 26,9% menjadi 11.250 unit. 

Adapun merek kelas atas Yangwang menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 95,6%, meski volumenya masih kecil di angka 264 unit.

Data penjualan ini muncul tak lama setelah BYD melaporkan penurunan kinerja keuangan pada kuartal pertama 2026. 

Laba bersih perusahaan anjlok 55,4% menjadi 4,09 miliar yuan (sekitar 599 juta dolar AS), tertekan oleh perang harga di pasar Negeri Tirai Bambu itu, serta meningkatnya biaya perangkat keras yang menggerus margin keuntungan.

x|close