Ntvnews.id, Jakarta - Raksasa otomotif asal China, Guangzhou Automobile Group (GAC), resmi memperluas bisnisnya ke sektor penerbangan dengan memulai produksi taksi terbang listrik AirCab.
Melansir Carscoops, Rabu (10/6/2026), kendaraan udara berteknologi electric Vertical Take-Off and Landing (eVTOL) tersebut dikembangkan melalui merek mobilitas udara milik GAC, Govy.
Produksi AirCab saat ini masih terbatas, yakni sekitar 100 unit per tahun. Namun, langkah ini menandai keseriusan GAC dalam memasuki pasar mobilitas udara yang diprediksi berkembang pesat dalam beberapa tahun mendatang.
Berbeda dengan banyak proyek taksi terbang yang masih berada pada tahap pengembangan, AirCab disebut telah menyelesaikan seluruh sertifikasi yang diperlukan untuk operasi komersial.
Pesawat ini juga berhasil melewati serangkaian uji keselamatan, termasuk program uji tabrakan penuh.
Dari sisi desain, AirCab mengusung bodi berbahan komposit serat karbon ringan yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan performa penerbangan.
Enam lengan yang menjulur dari kabin masing-masing dilengkapi sepasang baling-baling untuk menghasilkan daya angkat saat lepas landas dan mendarat secara vertikal.
Meski spesifikasi lengkapnya belum diungkap, GAC sebelumnya menyatakan AirCab menggunakan baterai silinder berdensitas tinggi yang mampu terisi penuh hanya dalam waktu sekitar 25 menit.
Informasi mengenai jarak tempuh belum diumumkan, namun diperkirakan pesawat ini dirancang untuk penerbangan jarak pendek.
Baca Juga: Ferrari Gaspol Mobil Listrik, Lamborghini Tegaskan Konsumen Supercar Belum Siap EV
Fokus Wisata Udara
Alih-alih menargetkan transportasi massal seperti sejumlah pengembang eVTOL lainnya, GAC memilih pendekatan yang lebih realistis.
Pada tahap awal, AirCab diproyeksikan untuk melayani sektor pariwisata, khususnya wisata udara dan penerbangan rekreasi.
Sebagai bagian dari persiapan komersialisasi, GAC telah melakukan sejumlah penerbangan demonstrasi di kawasan Guangdong-Hong Kong-Makau Greater Bay Area.
Uji coba tersebut memperlihatkan potensi AirCab sebagai sarana wisata udara modern yang menawarkan pengalaman berbeda bagi penumpang.
Bisa Terbang Sendiri Tanpa Pilot
Salah satu fitur paling menarik dari AirCab adalah kemampuan penerbangan otonom Level 4.
Teknologi ini memungkinkan pesawat beroperasi secara mandiri dalam kondisi tertentu tanpa membutuhkan pilot di dalam kabin.
Dengan kata lain, penumpang cukup duduk dan menikmati perjalanan, sementara sistem otomatis mengendalikan seluruh proses penerbangan.
Namun, bagi sebagian orang, konsep menaiki kendaraan udara tanpa pilot mungkin masih terasa menegangkan.
Harga Capai Rp4,4 Miliar
Teknologi canggih yang diusung AirCab tentu tidak datang dengan harga murah. GAC membanderol taksi terbang ini mulai dari 1,68 juta yuan atau sekitar Rp4,4 miliar (1 CNY = Rp2.655).
Dengan harga tersebut, AirCab kemungkinan besar akan lebih banyak digunakan oleh operator wisata premium dibandingkan sebagai sarana transportasi umum.
Meski demikian, kehadirannya menjadi bukti era taksi terbang komersial semakin mendekati kenyataan.
Guangzhou Automobile Group (GAC), resmi memperluas bisnisnya ke sektor penerbangan dengan memulai produksi taksi terbang listrik AirCab. (Foto: Istimewa via Carscoops)