AHY: Dominasi EV China Harus Memacu Kemajuan Industri Kendaraan Listrik Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Jun 2026, 11:17
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan paparan pada konferensi pers peluncuran penambahan armada listrik baru Grab di Jakarta, Senin,29 Juni 2026 Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan paparan pada konferensi pers peluncuran penambahan armada listrik baru Grab di Jakarta, Senin,29 Juni 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menilai dominasi produsen kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) asal China di pasar global seharusnya menjadi dorongan bagi Indonesia untuk mempercepat pengembangan industri otomotif listrik nasional, bukan menjadi alasan untuk gentar menghadapi persaingan.

Usai menghadiri konferensi pers peluncuran penambahan armada kendaraan listrik Grab di Jakarta, Senin, 29 Juni 2026, AHY mengatakan Indonesia memiliki peluang besar untuk membangun industri kendaraan listrik dengan merek lokal dan kandungan komponen dalam negeri yang semakin tinggi.

"Tiongkok bisa dikatakan merajai pasar EV dunia, banyak yang kemudian merasa berat menghadapi Tiongkok. Tapi juga jangan lupa namanya memulai, tentu diawali dengan ketidaksempurnaan, penuh trial and error kemudian pengembangan diikuti dengan riset-riset berikutnya. Ada negara-negara tetangga kita juga berani dan berhasil untuk mengembangkan industri kendaraan listriknya. Indonesia juga saya rasa punya kemampuan itu, punya kapasitas itu, tentu kita tidak boleh takut bersaing," kata dia.

Menurut AHY, Indonesia mempunyai modal yang kuat untuk mengembangkan industri kendaraan listrik, baik dari sisi ketersediaan sumber daya alam maupun kualitas sumber daya manusia yang mampu menciptakan dan mengembangkan teknologi otomotif.

Baca Juga: Menko AHY: Penerbangan Indonesia Mulai Terapkan SAF pada 2027 untuk Kurangi Emisi

Pemerintah, lanjutnya, terus mendorong peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) secara bertahap sehingga pada akhirnya Indonesia dapat menghasilkan kendaraan listrik yang sepenuhnya diproduksi di dalam negeri.

"Justru kita jadikan itu pelecut kita bagaimana bisa menghadirkan brand lokal made in Indonesia. Dimulai dari komponen TKDN yang lebih banyak. Jadi katakanlah belum bisa 100 persen TKDN-nya harus semakin banyak dan mendominasi. Lama-kelamaan nanti benar-benar bisa 100 persen buatan Indonesia dan teknologinya kita juga tidak tertinggal. Karena kita punya putra-putri terbaik, engineers-engineers terbaik, dan kita bisa melakukan joint research dan joint production," ujarnya.

AHY menambahkan, kolaborasi dengan perusahaan maupun negara lain tetap menjadi bagian penting dalam percepatan pengembangan industri kendaraan listrik nasional. Namun, kerja sama tersebut harus mampu memperkuat kapasitas industri dalam negeri.

"Ini adalah bagian dari semangat membuka kerja sama dengan negara-negara atau korporasi-korporasi besar di dunia yang juga ingin mengembangkan industri EV di dalam negeri. Tetapi bapak presiden juga seringkali menekankan kita harus memiliki tekad yang kuat untuk menghadirkan industri otomotif nasional dan kita juga mulai dengan industri otomotif berbasis listrik," katanya.

Baca Juga: Menko AHY Tawarkan Kerja Sama Maritim, Logistik, dan Perkeretaapian Indonesia-Rusia

Lebih lanjut, AHY menyampaikan pemerintah terus membangun ekosistem kendaraan listrik agar pertumbuhan industri tersebut semakin pesat. Langkah itu dilakukan melalui kebijakan yang mendukung investasi, pemberian berbagai insentif, pengembangan industri baterai, hingga perluasan infrastruktur pendukung kendaraan listrik.

"Yang dilakukan oleh pemerintah tentu adalah membangun ekosistem termasuk memastikan agar kebijakan-kebijakan yang dilahirkan itu juga terus berpihak untuk mendorong pengembangan industri dan pengembangan elektrifikasi kendaraan. Termasuk insentif pajak, insentif bagi industri dan para investor untuk mengembangkan misalnya baterai dan pengembangan mobil nasional termasuk motor-motor listrik dan lain sebagainya," ujar AHY.

Selain itu, pemerintah juga terus memperluas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai daerah, baik di Pulau Jawa maupun wilayah lainnya, guna memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menggunakan kendaraan listrik.

(Sumber: Antara)

x|close