Ntvnews.id, Taheran - Sebuah kapal tanker dilaporkan meledak setelah diduga menghantam ranjau laut saat melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama distribusi minyak dan gas dunia.
Dilansir dari Anadolu Agency, Selasa, 28 Juli 2026, media Iran Mehr News Agency dan Defapress melaporkan insiden tersebut terjadi pada Minggu, 26 Juli 2026. Kapal tanker itu disebut menghantam ranjau laut setelah berlayar di luar jalur navigasi yang telah ditetapkan pemerintah Iran.
Hingga kini belum ada informasi mengenai identitas kapal maupun negara asalnya. Otoritas juga belum mengumumkan apakah terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sebelumnya, Iran telah memperingatkan bahwa seluruh aktivitas pelayaran di Selat Hormuz hanya diperbolehkan melalui jalur navigasi yang telah ditentukan. Kawasan tersebut kembali menjadi titik panas di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.
Konflik memanas setelah Washington melancarkan serangkaian serangan terhadap Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan menyerang fasilitas militer Amerika Serikat di sejumlah negara kawasan Teluk.
Pada 8 Juli lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan nota kesepahaman (MoU) dengan Iran telah berakhir dan menuduh Teheran melanggar kesepakatan gencatan senjata. Sejak itu, kedua negara kembali terlibat aksi saling serang sekaligus bersaing memperebutkan kendali atas Selat Hormuz.
Baca Juga: Menlu AS Marco Rubio Tuding Iran Jadikan Selat Hormuz Alat Tekan Dunia
Amerika Serikat menuntut kebebasan navigasi di jalur perairan strategis tersebut, sementara Iran bersikeras seluruh kapal harus melintas melalui jalur yang berada dekat garis pantainya di bawah mekanisme navigasi yang dikelola Teheran.
Tercatat, Amerika Serikat telah melancarkan serangan selama 13 hari berturut-turut ke Iran sebelum menghentikan operasinya dalam dua hari terakhir.
Menurut laporan The New York Times dan Axios, Presiden Donald Trump memutuskan menunda rencana serangan lanjutan terhadap Iran. Keputusan itu diambil karena muncul kekhawatiran bahwa eskalasi konflik akan semakin menguras persediaan rudal pencegat Patriot dan amunisi pertahanan udara lainnya milik Amerika Serikat di Timur Tengah yang mulai menipis.
Kapal kargo komersial dan kapal tanker minyak mentah yang sedang berlabuh di Teluk Oman, di lepas pantai Muscat, Oman, pada 21 Juni 2026, saat mereka bersiap untuk melintasi Selat Hormuz yang krusial (Antara)
Di sisi lain, Iran juga terus memperketat pengawasan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Sedikitnya enam kapal dilaporkan dipaksa berbalik arah setelah mencoba melewati rute yang tidak diizinkan.
"Semalam, enam kapal yang mencoba melintasi melalui rute selain yang ditentukan, telah dihentikan oleh Angkatan Laut IRGC dengan tembakan peringatan dan kemudian putar balik," demikian dilaporkan televisi pemerintah Iran.
Sebelumnya, pada Sabtu, 25 Juli 2026 Garda Revolusi Iran juga mengumumkan telah menghentikan empat kapal yang berusaha melintasi bagian selatan Selat Hormuz. Kapal-kapal tersebut sempat mendapat tembakan peringatan sebelum akhirnya menghentikan pelayaran.
Iran diketahui telah memberlakukan blokade efektif di Selat Hormuz sejak pecahnya perang di Timur Tengah pada akhir Februari lalu, yang dipicu oleh konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.
Foto arsip ini menunjukkan Selat Hormuz, Iran, Rabu, 19 Februari 2025 (Antara)