Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menilai penggunaan kendaraan listrik dapat memberikan manfaat yang lebih luas daripada sekadar menekan emisi karbon, karena juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pembangunan berkelanjutan.
Dalam keterangan bersama Grab Indonesia di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026, AHY mengatakan pemanfaatan kendaraan listrik berpotensi mendukung perbaikan kualitas udara sekaligus menciptakan pembangunan yang lebih inklusif.
“Selain berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, adopsi kendaraan listrik juga dapat mendukung perbaikan kualitas udara, kesehatan masyarakat, serta pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” kata Menko AHY.
Menurut dia, keberhasilan transisi menuju sistem transportasi rendah emisi tidak hanya bergantung pada teknologi dan investasi, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat secara langsung. Salah satu kelompok yang memiliki peran penting dalam proses tersebut adalah para mitra pengemudi ojek daring yang setiap hari melayani kebutuhan mobilitas masyarakat.
Baca Juga: Menko AHY Hadiri Kampanye Nasional Grab, Dorong Percepatan Tranformasi Transportasi Ramah Lingkungan
“Bagi kami, transisi energi yang merangkul masyarakat membutuhkan partisipasi seluruh pihak, termasuk sektor swasta dan para pelaku mobilitas di lapangan,” kata Menko AHY.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mempercepat transformasi menuju ekonomi hijau.
“Langkah ini sejalan dengan target pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional, sekaligus mendukung upaya Indonesia menuju Net Zero Emissions pada 2060 atau lebih cepat,” ujar dia.
“Inovasi, ketika dijalankan bersama masyarakat, dapat menjadi bagian dari solusi untuk mendorong efisiensi energi dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia,” kata Menko AHY menambahkan.
Baca Juga: Menko AHY: Penerbangan Indonesia Mulai Terapkan SAF pada 2027 untuk Kurangi Emisi
Sementara itu, Grab Indonesia terus memperluas layanan mobilitas rendah emisi melalui penambahan armada kendaraan listrik. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan armada EV, penyediaan fitur yang lebih hemat energi, serta dukungan bagi para mitra pengemudi.
Perusahaan itu menyatakan ingin menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat, bukan hanya sebatas komitmen korporasi.
CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan jumlah armada kendaraan listrik yang dioperasikan perusahaan terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir.
“Sebagai operator armada EV terbesar di Indonesia, per Mei 2026, armada EV Grab telah mencapai lebih dari 28.000 unit, atau dua kali lipat dibandingkan tahun lalu. Hingga akhir 2026, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan jumlah armada EV lebih dari tiga kali lipat dari tahun sebelumnya,” kata Neneng.
(Sumber: Antara)
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan paparan pada konferensi pers peluncuran penambahan armada listrik baru Grab di Jakarta, Senin, 29 Juni 2026. (Antara)