A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Prabowo Targetkan Ekosistem Mobil Listrik Indonesia Produksi Massal 2028 - Ntvnews.id

Prabowo Targetkan Ekosistem Mobil Listrik Indonesia Produksi Massal 2028

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Agu 2026, 09:46
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Presiden RI Prabowo Subianto saat peluncuran Ekosistem Motor Listrik Nasional (MOLINAS) di Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2026. Presiden RI Prabowo Subianto saat peluncuran Ekosistem Motor Listrik Nasional (MOLINAS) di Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2026.

Ntvnews.id, Bekasi - Setelah meluncurkan Motor Listrik Nasional (Molinas) serta ekosistem pendukungnya, Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan ekosistem mobil listrik dalam negeri mulai bisa produksi massal pada tahun 2028. Ia optimistis pengembangan ekosistem mobil listrik nasional berjalan signifikan.

“Kita lagi bangun mobil listrik Indonesia, yang kita berharap paling lambat tahun 2028 sudah produksi besar-besaran,” ujar Prabowo dalam peluncuran Molinas di Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 13 Agustus 2026.

Menurut Prabowo, jika masyarakat secara masif beralih ke motor dan mobil listrik, impor bahan bakar minyak (BBM) bakal jauh berkurang. Indonesia pun bisa lebih mandiri dan sejahtera.

“Dengan sebanyak mungkin alat-alat kita menggunakan listrik sebagai energi utama, kita akan lebih aman, kita akan lebih sejahtera. Kita mengirim uang USD untuk BBM kita melebihi kadang-kadang USD30 miliar, antara USD28 sampai USD30 miliar,” kata Prabowo.

Baca JugaPrabowo Targetkan Mobil Listrik Nasional Diproduksi Massal pada 2028

Ia pun menyebut saat ini, pemerintah telah berupaya mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM melalui program mandatori B50. Pemerintah mewajibkan pencampuran 50 persen biodiesel ke dalam bahan bakar minyak jenis solar.

“Kita bertekad ini kita kurang. Dengan solar sekarang B50 kita sudah mengurangi, bahkan harusnya kita tidak impor lagi diesel dari luar,” tegasnya.

Selanjutnya, pemerintah juga tengah menyiapkan transisi dari penggunaan tabung gas LPG ke CNG. Ini juga demi menekan impor dan beban subsidi.

Tak hanya itu, lanjut Prabowo, pemerintah bakal membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas total 100 gigawatt (GW) dalam waktu empat tahun.

Baca JugaMobil Listrik GAC Aion UT Black Melantai di GIIAS 2026, Dibanderol Mulai Segini

“Kita juga akan membangun listrik dari tenaga surya sebesar 100 gigawatt, dan ini harus kita laksanakan dalam empat tahun,” kata Prabowo.

HIGHLIGHT

x|close