Perusahaan Rintisan Ini Klaim Baterai EV Solid-State Bisa Isi 0-100% Hanya 7 Menit, Benarkah?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Feb 2026, 10:12
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi. Donut Lab klaim baterai kendaraan listrik solid-state bisa diisi penuh hanya 7 menit. (Foto: Istimewa via Carscoops) Ilustrasi. Donut Lab klaim baterai kendaraan listrik solid-state bisa diisi penuh hanya 7 menit. (Foto: Istimewa via Carscoops)

Ntvnews.id, Jakarta - Industri baterai kendaraan listrik (EV) selama ini didominasi raksasa China dan Korea Selatan (Korsel). 

Namun, perusahaan rintisan asal Finlandia, Donut Lab, mengguncang pasar dengan klaim berani. Baterai solid-state buatannya mampu terisi penuh hanya dalam 7 menit.

Klaim ini tentu mengejutkan. Sebab, baterai solid-state selama ini disebut-sebut sebagai "cawan suci" dalam teknologi kendaraan listrik, lebih padat energi, lebih aman, dan lebih cepat diisi daya.

Melansir Carscoops, Kamis (26/2/2026), Donut Lab menyebut baterainya memiliki kepadatan energi hingga 400 Wh/kg serta daya tahan mencapai 100.000 siklus pengisian. Angka ini jauh melampaui standar baterai lithium-ion konvensional yang saat ini digunakan sebagian besar mobil listrik.

Tak hanya itu, mereka mengklaim baterai mampu melakukan pengisian daya pada tingkat 11C (286A), kategori pengisian ultra-cepat yang masih sangat jarang dicapai industri.

Untuk membuktikan klaimnya, Donut Lab bekerja sama dengan VTT Technical Research Centre of Finland dalam pengujian resmi. Hasilnya? Pengisian 0-80% hanya 4,5 menit dengan dua heatsink.

Sementara untuk pengisian penuh 0-100% sedikit di atas 7 menit, sedangkan suhu baterai mencapai 63°C saat pengujian optimal.

Baca Juga: Rencana Impor Kendaraan Niaga dari India, Gaikindo Sebut Bisa Ganggu Ekosistem Industri

Dalam pengujian terpisah dengan satu heatsink aluminium, suhu sempat menyentuh 90°C, sehingga sistem harus berhenti selama 4 menit untuk pendinginan.

Media otomotif listrik Electrek mencatat, meskipun Donut Lab mengklaim tidak memerlukan pendinginan aktif, pengujian menunjukkan manajemen termal tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas suhu.

CEO Donut Lab, Vile Piippo, menyatakan baterai mereka berbeda dari solid-state lain yang biasanya membutuhkan tekanan kompresi tinggi dan mengalami perubahan volume hingga 15-20% saat pengisian ulang.

Menurutnya, baterai Donut tidak memerlukan kompresi khusus maupun sistem pendinginan kompleks, klaim yang jika terbukti konsisten, bisa menjadi terobosan besar di industri EV.

Menariknya, Donut Lab merilis hasil pengujian ini melalui situs khusus bernama "iDonutBelieve", sindiran halus bagi pihak yang meragukan teknologi mereka.

Perusahaan juga berjanji akan segera merilis data tambahan untuk membuktikan klaim kepadatan energi 400 Wh/kg dan 100.000 siklus pengisian. Baterai solid-state Donut Lab dijadwalkan pertama kali digunakan pada motor listrik dari Verge Motorcycles, yakni Verge TS Pro.

Motor listrik ini akan meluncur pada kuartal pertama dengan dua opsi baterai, yakni 20,2 kWh dan 33,3 kWh. Jika performanya sesuai klaim, teknologi ini bisa menjadi lompatan besar dalam evolusi kendaraan listrik global.

x|close