AS Tindak Lanjuti Kasus Inflator Airbag Ilegal China Setelah 10 Kematian, Langkah Pelarangan Menanti

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Apr 2026, 13:55
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis & Editor
Bagikan
NHTSA mengungkapkan inflator airbag ilegal ini kemungkinan besar diselundupkan ke AS oleh importir yang tidak teridentifikasi. (Foto: Istimewa via Carscoops) NHTSA mengungkapkan inflator airbag ilegal ini kemungkinan besar diselundupkan ke AS oleh importir yang tidak teridentifikasi. (Foto: Istimewa via Carscoops)

Ntvnews.id, Jakarta - Setelah 10 nyawa melayang akibat kecelakaan, Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) akhirnya mengambil langkah tegas terkait penggunaan inflator kantung udara ilegal yang diproduksi oleh Jilin Province Detiannuo Safety Technology Co., Ltd (DTN). 

Inflator tersebut terlibat dalam 12 insiden ledakan, yang menyebabkan sepuluh kematian dan dua cedera parah.

Melansir Carscoops, Jumat (3/4/2026), NHTSA mengungkapkan inflator airbag ilegal ini kemungkinan besar diselundupkan ke AS oleh importir yang tidak teridentifikasi. 

Meskipun masih ada beberapa detail yang belum jelas, Pemerintah AS kini tengah mempertimbangkan pelarangan permanen terhadap inflator ini. 

Proses ini dimulai dengan penetapan awal dan periode komentar publik, di mana DTN juga diberikan kesempatan untuk membela diri. Setelahnya, NHTSA akan memutuskan apakah pelarangan tersebut akan diberlakukan.

Menurut keterangan pemerintah, inflator airbag buatan China ini diketahui tidak memenuhi standar keselamatan, dan ledakannya mengakibatkan pecahan logam tajam yang melukai pengemudi di area vital seperti dada, leher, mata, dan wajah. 

Kasus ini telah diselidiki sejak Oktober tahun lalu, dan pihak berwenang masih berupaya menentukan jumlah inflator ilegal yang telah masuk ke pasar AS.

Seluruh insiden yang tercatat terjadi pada kendaraan Chevrolet Malibu dan Hyundai Sonata. Namun, pemerintah meyakini risiko ini mungkin meluas ke model kendaraan lainnya. 

Banyak dari kendaraan yang terlibat merupakan mobil bekas atau hasil perbaikan, yang menambah dugaan bahwa bengkel mobil mungkin menggunakan inflator airbag berkualitas rendah atau ilegal untuk menghemat biaya. 

Tragisnya, banyak kecelakaan yang seharusnya dapat dihindari, berujung pada kematian pengemudi.

Bagi pemilik kendaraan bekas, NHTSA memberikan himbauan untuk memeriksa riwayat kendaraan mereka dan memastikan airbag yang terpasang bukan inflator ilegal. 

Jika kendaraan pernah terlibat kecelakaan sejak tahun 2020 dan airbag mengembang, segera periksakan ke bengkel terpercaya untuk memastikan inflator yang digunakan sah dan sesuai standar.

Apabila inflator DTN ditemukan selama pemeriksaan, kendaraan harus segera dihentikan operasionalnya hingga dilakukan penggantian. 

NHTSA juga menyarankan masyarakat untuk melaporkan temuan ini ke kantor FBI setempat.

Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, mengungkapkan investigasi awal pihaknya terhadap penggunaan inflator airbag ilegal buatan China telah mengungkapkan fakta yang mengkhawatirkan.

"Suku cadang tidak memenuhi standar ini telah merenggut banyak nyawa," ujarnya.

Gugatan hukum juga telah diajukan terhadap pihak yang bertanggung jawab. Andrew Parker Felix dari firma hukum Morgan & Morgan, yang menangani beberapa kasus ini, menyatakan pengakuan NHTSA tentang bahaya inflator airbag ini adalah langkah pertama yang penting untuk mencegah barang ilegal ini memasuki pasar dan mengancam keselamatan pengendara.

"Setiap kecelakaan yang kami teliti seharusnya dapat dihindari. Namun, inflator airbag ini bertindak seperti granat, merubah perangkat penyelamat nyawa menjadi alat pembunuh," kata Felix.

x|close