Hyundai Recall Hampir 5 Ribu Unit Kona dan Ioniq, Penyebabnya Sistem Baterai Picu Kebakaran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Apr 2026, 11:12
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Hyundai Ioniq Electric. ANTARA/HO-hyundai Hyundai Ioniq Electric. ANTARA/HO-hyundai (Antara)

Ntvnews.id , Jakarta - Hyundai dilaporkan melakukan penarikan kembali (recall) hampir 5.000 kendaraan listrik di Australia akibat potensi gangguan pada sistem baterai yang berisiko memicu kebakaran.

Mengacu laporan media otomotif Drive pada Senin, 20 April 2026, penarikan tersebut telah diumumkan melalui otoritas setempat dan mencakup sejumlah model kendaraan listrik Hyundai yang dipasarkan dalam beberapa tahun terakhir.

Sebanyak 4.888 unit kendaraan listrik, yakni model Kona produksi 2018–2023 dan Ioniq produksi 2018–2022, disebut berpotensi mengalami gangguan pada perangkat lunak dalam sistem manajemen baterai atau battery management system (BMS).

Baca Juga: AION UT Jadi Mobil Listrik Terlaris di Segmen Hatchback EV Maret 2026

Dari total tersebut, sebanyak 3.478 unit merupakan Kona dan 1.402 unit lainnya adalah Ioniq yang terdampak.

Permasalahan utama terletak pada sistem BMS yang berpotensi mengalami kesalahan fungsi sehingga dapat memicu korsleting listrik.

Risiko ini dapat terjadi baik saat kendaraan sedang diisi daya maupun ketika dalam kondisi terparkir.

Hyundai IONIQ 5 N hadir di IIMS 2026. (Foto: Dok/Istimewa/HMID) Hyundai IONIQ 5 N hadir di IIMS 2026. (Foto: Dok/Istimewa/HMID)

Jika korsleting terjadi, kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kebakaran yang dapat membahayakan penumpang, pengguna jalan lain, serta orang di sekitar kendaraan, bahkan berisiko menimbulkan cedera serius hingga kematian.

Sebagai langkah penanganan, Hyundai akan menghubungi pemilik kendaraan yang terdampak untuk melakukan pemeriksaan di dealer resmi.

Baca Juga: Hyundai Recall Puluhan Ribu Palisade di AS Usai Insiden Balita Tewas Terjepit Kursi, Bagaimana Dampaknya di Indonesia?

Proses tersebut meliputi diagnosis sistem, pembaruan perangkat lunak, serta perbaikan komponen jika diperlukan tanpa dikenakan biaya kepada konsumen.

(Sumber: Antara)

x|close