Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah memastikan kesiapan ruas jalan nasional di Provinsi Sumatera Barat untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026.
Salah satu koridor utama mobilitas masyarakat yang menjadi perhatian adalah jalur Padang–Bukittinggi, yang melintasi kawasan Lembah Anai dan Sitinjau Lauik.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan jalur di kawasan Lembah Anai dapat dilalui selama 24 jam.
Sebelumnya, ruas tersebut sempat diberlakukan pembatasan waktu operasional karena proses rekonstruksi pascabencana di Sumatera Barat.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan pemerintah terus mempercepat penanganan sejumlah titik rawan di sepanjang jalur tersebut guna memastikan perjalanan masyarakat tetap aman.
Baca Juga: Pemprov DKI Berangkatkan 744 Bus Mudik Gratis 2026, Peserta Naik 34 Persen
"Kami pastikan penanganan pada titik-titik rawan, seperti Lembah Anai dan Sitinjau Lauik, terus dipercepat agar masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman," katanya, ditulis Selasa 17 Maret 2026.
Pemerintah memastikan kesiapan ruas jalan nasional di Provinsi Sumatera Barat untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. (Istimewa)
Pada ruas Padang–Bukittinggi, penanganan difokuskan di beberapa titik strategis yang sebelumnya terdampak bencana, termasuk kawasan Lembah Anai.
Selama periode H-10 hingga H+10 Lebaran, ruas tersebut difungsionalkan dengan pengoperasian selama 24 jam guna mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik.
Saat ini, progres penanganan di kawasan Lembah Anai mencapai sekitar 44 persen, dengan pekerjaan pondasi bore pile yang telah mencapai sekitar 78 persen.
Meski pekerjaan masih berlangsung, jalur tersebut tetap difungsikan untuk melayani pergerakan lalu lintas masyarakat selama masa mudik Lebaran.
Selain itu, Jembatan Kembar Margayasa juga akan difungsikan secara optimal selama periode mudik untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas pada koridor Padang–Bukittinggi.
Baca Juga: Pramono Anung Imbau Pemudik Tak Kembali ke Jakarta Secara Bersamaan Usai Lebaran
Sementara itu, pada jalur Sitinjau Lauik yang saat ini tengah dibangun flyover, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat melakukan rekayasa teknis guna menjaga kapasitas lalu lintas tetap memadai.
Penyesuaian dilakukan dengan menggeser posisi barrier ke arah drainase sehingga ruang kendaraan tetap optimal selama periode mudik.
Untuk mendukung kesiapsiagaan di lapangan, sebanyak 40 unit alat berat juga disiagakan oleh Kementerian PU guna mengantisipasi potensi gangguan di jalan nasional, seperti longsor, pohon tumbang, maupun kondisi darurat lain yang berpotensi menghambat perjalanan para pemudik.
Pemerintah memastikan kesiapan ruas jalan nasional di Provinsi Sumatera Barat untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. (Istimewa)