Ntvnews.id, Magelang - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti masih tingginya kekurangan dokter di Indonesia, baik dokter umum maupun dokter spesialis, yang membuat rasio dokter terhadap jumlah penduduk jauh di bawah standar internasional.
Hal tersebut disampaikan Menkes saat menghadiri peluncuran studi kedokteran program Sarjana dan pendidikan profesi Dokter di Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Kamis, 8 Januari 2026.
Menurut Budi Gunadi, berdasar indikator Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Bank Dunia, negara dengan kategori lower middle income idealnya memiliki rasio satu dokter per 1.000 penduduk, sedangkan rata-rata dunia berada pada 1,76 dokter per 1.000 penduduk.
"Indonesia dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta, idealnya membutuhkan sekitar 280 ribu dokter. Saat ini posisi kita masih di angka 0,5 dokter per 1.000 penduduk," katanya.
Baca Juga: Menkes Sebut Influenza A Flu Biasa: Gak Usah Khawatir
Menkes menambahkan, secara regional Indonesia juga masih tertinggal. Di kawasan ASEAN, Indonesia menempati peringkat kedelapan, di bawah Myanmar, Thailand, dan Filipina. Bahkan di kelompok negara G20, posisi Indonesia masih berada di bawah India dan China.
Kondisi ini menjadi salah satu alasan pemerintah mendorong penambahan fakultas kedokteran di berbagai perguruan tinggi. Menkes mengapresiasi langkah Muhammadiyah yang membuka fakultas kedokteran ke-23.
"Saya titip jangan berhenti di 23, Muhammadiyah punya jaringan besar, kalau bisa sampai puluhan lagi dalam 10 tahun ke depan supaya manfaatnya lebih luas," ujarnya.
Selain jumlah, distribusi dokter yang belum merata juga menjadi perhatian. Sebagian besar pendidikan kedokteran masih terpusat di Pulau Jawa, sehingga lulusan dokter cenderung bekerja di wilayah yang sama.
Baca Juga: Kemenkes Catat 62 Kasus Super Flu di Indonesia, Dominan Serang Anak dan Perempuan
"Ke depan, saya berharap pembukaan fakultas kedokteran lebih banyak dilakukan di luar Jawa, terutama di Maluku, Nusa Tenggara, dan wilayah timur lainnya," kata Budi Gunadi.
Saat ini, jumlah dokter umum di Indonesia diperkirakan sekitar 160 ribu orang, sementara dokter spesialis sekitar 40 ribu orang. Namun, untuk memenuhi kebutuhan minimal, Indonesia masih kekurangan sekitar 70 ribu dokter umum dan 40 ribu dokter spesialis.
"Kita butuh dokter spesialis minimal satu di setiap kota. Itu pun sebenarnya belum ideal, karena dokter juga butuh waktu istirahat dan tidak mungkin selalu siaga," katanya.
Produksi dokter umum saat ini mencapai sekitar 12 ribu orang per tahun, sedangkan dokter spesialis sekitar 2.700 orang per tahun, sehingga dibutuhkan waktu panjang untuk menutup kekurangan dokter di Indonesia.
(Sumber: Antara)
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin meluncurkan studi kedokteran program sarjana dan pendidikan profesi Dokter di kampus Universitas Muhamadiyah Magelang (Unimma), Kamis, 8 Januari 2026. ANTARA/Heru Suyitno (Antara)