A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Carut Marut Belanda Gegara Salju - Ntvnews.id

Carut Marut Belanda Gegara Salju

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jan 2026, 07:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Hujan Salju Hujan Salju (Twitter)

Ntvnews.id, Amsterdam - Musim dingin tidak selalu menjadi kabar baik bagi seluruh negara Eropa. Belanda, yang dikenal sebagai Negeri Kincir Angin, justru kerap kewalahan ketika salju turun.

Berbeda dengan banyak negara Eropa lain, Belanda relatif jarang mengalami salju tebal karena dipengaruhi iklim laut yang lebih hangat, kondisi geografis yang berada di bawah atau sejajar permukaan laut, serta dampak pemanasan global.

Dalam jurnal Long-term Snowfall Trends and Variability in the Alps (Bozzoli et al., 2024) disebutkan bahwa intensitas salju di Eropa menunjukkan tren penurunan signifikan sejak 1980, termasuk di negara-negara dengan wilayah dataran rendah seperti Belanda.

Namun, awal tahun baru ini situasinya berbalik. Belanda dilanda badai salju disertai angin kencang yang memicu gangguan besar, terutama pada sektor transportasi. Maskapai nasional KLM terpaksa membatalkan sekitar 600 penerbangan di Bandara Schiphol pada Rabu, 6 Januari 2026.

Baca Juga: Sejumlah Wilayah Arab Saudi Diselimuti Salju, Ini Penjelasan Para Pakar

Gangguan penerbangan diperkirakan berlangsung beruntun di Schiphol. Otoritas bandara bahkan menyiapkan tempat tidur lipat di ruang keberangkatan bagi penumpang yang terdampar. Lebih dari 1.000 orang dilaporkan menghabiskan malam di bandara, sebagaimana dikutip dari English News, Jumat, 9 Januari 2026.

Institut Meteorologi Kerajaan Belanda (KNMI) mengeluarkan peringatan cuaca Kode Oranye untuk hujan salju yang mencakup hampir seluruh wilayah negara itu.

"Area salju di bagian timur negara akan bergerak ke timur dan meninggalkan negara pada pertengahan sore. Hujan salju baru akan datang dari barat pada sore hari," kata KNMI dalam pernyataannya.

Maskapai KLM Cityhopper Belanda <b>(AFP/Thomas Kienzle)</b> Maskapai KLM Cityhopper Belanda (AFP/Thomas Kienzle)

KNMI memperkirakan wilayah pesisir akan diguyur salju setebal 1–3 sentimeter, daerah pedalaman 5–10 sentimeter, sementara Kepulauan Wadden dan Limburg sekitar 2–5 sentimeter.

Tak hanya penerbangan, transportasi darat juga terdampak signifikan. Layanan kereta api dikurangi dan sejumlah jalan utama ditutup. Para pelancong harus menghadapi keterlambatan, sementara aktivitas warga sehari-hari ikut terganggu.

"Jalan raya, jalur sepeda, dan trotoar akan menjadi licin. Jarak pandang juga mungkin buruk di beberapa waktu. Lalu lintas, serta pesepeda dan pejalan kaki, akan mengalami gangguan," tulis KNMI.

Baca Juga: Fenomena Langka di Arab Saudi, Salju Turun Lebat Selimuti Pegunungan Al-Lawz

Lembaga penyiaran publik NOS melaporkan jumlah kereta yang beroperasi di rute utama berkurang, termasuk jalur Utrecht–Rotterdam, Utrecht–Den Haag, serta Amsterdam–Gouda. Juru bicara Dutch National Railways (NS) menyebut banyaknya kerusakan wesel akibat suhu beku sebagai penyebab utama.

NS juga telah memberlakukan jadwal musim dingin, yang berdampak pada pengurangan layanan secara nasional.

"Jika memungkinkan, tunda perjalanan Anda. Jika Anda bepergian, perkirakan waktu perjalanan tambahan, lebih seringnya transit, dan kereta yang penuh sesak. Sebaiknya rencanakan perjalanan Anda sesaat sebelum keberangkatan untuk mendapatkan saran perjalanan terbaru," kata NS.

Presenter cuaca NOS, Peter Kuipers Munneke, memperkirakan salju akan kembali turun lebih lebat pada Jumat. Suhu diperkirakan berada di sekitar titik beku, namun angin kencang membuat suhu terasa hingga minus 8 derajat Celcius.

x|close